Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Warga Khawatir Rusunawa Prigi Trenggalek Jadi Sarang Hal Negatif, Kok Bisa? Ini Alasannya

Dharaka R. Perdana • Senin, 2 Juni 2025 | 02:57 WIB

Anak-anak kecil asyik bermain bola dengan latar belakang Rusunawa Prigi, Minggu (1/6/2025). (DR PERDANA/RADAR TRENGGALEK)
Anak-anak kecil asyik bermain bola dengan latar belakang Rusunawa Prigi, Minggu (1/6/2025). (DR PERDANA/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK NJENGGELEK - Urungnya pemanfaaan Rusunawa Prigi di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek untuk Sekolah Rakyat (SR) cukup beralasan.

Yakni sampai detik ini masih ngugemi misi dari pemerintah pusat pada Pemkab Trenggalek untuk merelokasi warga Kampung Baru.

Meskipun hasilnya masih belum terwujud hingga sekarang. Alhasil warga sekitar wilayah di pantai selatan Trenggalek ini pun khawatir area ini menjadi sumber aktivitas negatif.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Gunakan Gedung Disperinaker, Pemanfaatan Rusunawa Prigi Masih Terkendala Status

Salah satu warga Kecamatan Watulimo yang namanya enggan disebutkan mengatakan, dirinya khawatir jika rusunawa itu pemanfaatannya justru disalahgunakan untuk hal-hal negatif.

Apalagi sampai detik ini, hanya sedikit orang yang mau menempati bangunan yang tidak jauh dari bibir pantai itu.

"Terus terang saya khawatir jika segala aktivitas negatif bersumber dari area sekitar rusunawa," katanya Minggu (1/6/2025).

Baca Juga: Selain Kunting, Ada Ragam Perahu Tradisional di Pantai Prigi Sebagai Identitas Maritim Nelayan Trenggalek

Pria ramah ini tak menampik jika tidak semua kamar yang ada di Rusunawa Prigi terisi. Hal ini dibuktikannya saat mencoba masuk ke dalam bangunan empat lantai tersebut beberapa waktu lalu.

Hanya beberapa kamar yang berpenghuni. Namun dia menduga tak semua penghuni itu ber-KTP Tasikmadu atau bahkan Watulimo.

Padahal masih banyak anggota masyarakat yang mencari kontrakan untuk berteduh.

Baca Juga: Lokasi Sekolah Rakyat Trenggalek Berubah, Kini Menempati Gedung Disperinaker

"Padahal sejak awal peruntukannya untuk menampung mereka yang hidup di sekitar Watulimo namun belum memiliki hunian sendiri. Saya sendiri juga kurang paham apakah mereka membayar secara rutin atau tidak," tambahnya.

Dia pun berharap kepada Pemkab Trenggalek untuk segera turun tangan melakukan berbagai langkah preventif.

Secara pribadi, dia tidak ingin bangunan yang menelan anggaran besar itu tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Mengingat butuh duit yang tidak sedikit untuk sekadar melakukan perawatan rutin agar bangunan tetap utuh.

"Di sekitar bangunan itu juga butuh perawatan, contohnya saja lapangan di dekat rusunawa. Sampai sekarang kondisinya begitu-begitu saja," ujarnya.

Sementara itu Kades Tasikmadu Wignyo Handoyo saat dikonfirmasi terpisah membenarkan jika sebenarnya ada beberapa kamar yang berpenghuni.

Hal ini diketahuinya saat ada warga yang mengajukan diri untuk tinggal di rusunawa. "Kalau tidak salah jumlahnya ada lima keluarga yang tinggal di rusunawa," ungkapnya melalui sambungan telepon,

Baca Juga: Kisah Cinta di Balik Tradisi Labuh Laut Larung Sembonyo di Teluk Prigi

Disinggung mengenai informasi yang beredar di masyarakat jika ada penghuni dari luar Kecamatan Watulimo, dia mengaku kurang memahami hal tersebut.

Karena yang dia pahami jika umumnya yang mau tinggal di rusunawa adalah warga di sekitar kecamatan yang sarat objek wisata di Trenggalek itu. "Saya kurang paham mengenai hal ini," ujarnya. ****

LESTARIKAN LINGKUNGAN: Pimpinan PT Suparma Tbk secara simbolis tanam pohon pule dan trembesi sebagai aksi nyata jaga kelestarian lingkungan di Wisata Rakyat Balong Pesapen, Sumur Welut, Surabaya.
LESTARIKAN LINGKUNGAN: Pimpinan PT Suparma Tbk secara simbolis tanam pohon pule dan trembesi sebagai aksi nyata jaga kelestarian lingkungan di Wisata Rakyat Balong Pesapen, Sumur Welut, Surabaya.
PILAH SAMPAH: Wahyu Kristyawan (tengah) serahkan bantuan tempat sampah agar lingkungan Wisata Rakyat Balong Pesapen, Sumur Welut Surabaya, lebih bersih dan indah.
PILAH SAMPAH: Wahyu Kristyawan (tengah) serahkan bantuan tempat sampah agar lingkungan Wisata Rakyat Balong Pesapen, Sumur Welut Surabaya, lebih bersih dan indah.
Editor : Dharaka R. Perdana
#kampung baru #rusunawa prigi #watulimo #trenggalek #hal negatif