TRENGGALEK NJENGGELEK - Bulan Dzuhijah atau Besar dalam penanggalan Jawa jadi ladang bisnis menjanjikan bagi masyarakat Kecamatan Munjungan, Trenggalek, karena musim hajatan.
Khususnya dalam hal pemasangan banner undangan di pinggir jalan desa di wilayah selatan Trenggalek itu.
Apalagi setiap pemasangan banner, masyarakat di pesisir selatan Trenggalek itu hanya ditarik ongkos murah meriah dan tanpa tenggat waktu yang ditentukan.
Sutaji, pengelola rumah banner di Desa Bendoroto, Kecamatan Munjungan, Trenggalek mengatakan, tren pemasangan banner undangan hajatan sudah ada sejak 6 tahun silam.
Baca Juga: Labuh Laut Sembonyo di Karanggongso Trenggalek Meriah, Dua Tumpeng Dilarung ke Tengah Laut
Meskipun sebenarnya pemilik hajatan juga sudah menyebar undangan secara konvensional, namun pemasangan banner di pinggir jalan tetap diminati hingga saat ini.
"Tren ini sudah ada sejak 2019 lalu dan bertahan hingga sekarang," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Baca Juga: Upacara Labuh Laut Larung Sembonyo sebagai Syukuran Atas Hasil Tangkapan Ikan Nelayan di Watulimo
Pria ramah ini melanjutkan, untuk setiap pemasangan banner, warga pemilik hajatan hanya ditarik Rp10 ribu.
Menariknya, dengan dana minimalis, pemasang diberi tenggat waktu pemasangan secara bebas dan tidak terikat.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Ini 5 Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat dan Sesuai Syariat
"Ada yang sampai dua bulan terus terpasang, pendeknya kami tidak membatasi waktu pemasangan," tambahnya.
Sutaji mengaku, rumah banner undangan di desanya tersebar di beberapa titik. Sehingga setiap warga bisa dengan bebas memilih lokasi.
Apalagi target undangan biasanya semua lapisan masyarakat di Munjungan tanpa terkecuali.
"Di setiap dusun pasti ada rumah banner yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk wara-wara jika akan menggelar hajatan," tuturnya.
Baca Juga: Tren “Marriage is Scary”: Ketakutan Generasi Muda tentang Pernikahan
Disinggung pendapatan maksimal yang bisa didapat, Sutaji mengaku kurang memahami. Yang jelas, setiap perolehan pemasangan banner langsung dimasukkan ke kas karang taruna.
"Semua perolehan dari pemasangan banner hajatan langsung masuk kas karang taruna desa," tandasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana