Trenggaleknjenggelek – Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, sejak Rabu malam (4/6/2025) menyebabkan terjadinya banjir luapan. Air mulai menggenangi jalan desa pada Kamis dini hari (5/6/2025) sekitar pukul 00.28 WIB dengan ketinggian sekitar 30 cm.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St. Triadi Atmono, mengatakan bahwa hujan mulai turun sejak pukul 21.00 WIB dan berlangsung cukup lama, sehingga menyebabkan debit air di saluran air dan sungai kecil di sekitar desa meningkat dan meluap ke jalan.
“Benar, terjadi banjir luapan di Desa Ngares akibat hujan deras. Genangan air sempat mencapai ketinggian sekitar 30 cm dan menggenangi ruas jalan desa,” jelas Triadi, Kamis pagi (5/6/2025).
Meski sempat mengganggu akses jalan warga, banjir tidak berlangsung lama. Berdasarkan pantauan petugas BPBD di lapangan, air sudah surut beberapa saat setelah hujan mereda.
“Kondisi terkini sudah surut. Namun kami tetap meminta warga untuk tetap waspada, karena potensi hujan dengan intensitas tinggi masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan,” ujar Triadi.
Ia juga mengingatkan bahwa wilayah Trenggalek saat ini masih berada dalam masa peralihan musim atau pancaroba, yang ditandai dengan cuaca tidak menentu dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
BPBD Trenggalek terus memantau kondisi cuaca dan wilayah rawan bencana, serta mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan bila terjadi situasi darurat.
Meskipun kejadian di Desa Ngares tidak menimbulkan korban jiwa atau kerusakan besar, BPBD mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, terutama di daerah yang memiliki riwayat banjir saat musim hujan atau pancaroba.
“Kami imbau warga untuk mengikuti informasi resmi dari BPBD dan BMKG serta menjaga kebersihan saluran air agar tidak tersumbat,” tambahnya.(jaz)