Trenggaleknjenggelek – Masyarakat di berbagai daerah wilayah Trenggalek harus tetap waspada. Pasalnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo memprediksi kondisi cuaca yang tidak menentu. Meskipun telah memasuki awal musim kemarau, wilayah Trenggalek masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis BMKG Juanda untuk tanggal 3 Juni 2025, beberapa kecamatan di Trenggalek diperkirakan mengalami kondisi berawan hingga hujan ringan. Suhu udara berkisar antara 21–27°C dengan kelembapan relatif antara 73–93%.
BMKG Juanda menjelaskan bahwa fenomena ini disebabkan oleh masa peralihan atau pancaroba, yaitu transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Selama periode ini, cuaca cenderung tidak stabil dan dapat berubah secara tiba-tiba. Selain itu, adanya gangguan atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang ekuatorial turut mempengaruhi peningkatan curah hujan di wilayah Jawa Timur, termasuk Trenggalek.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan informasi cuaca terkini dari BMKG dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana, disarankan untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk dan segera mencari tempat yang aman.
Untuk informasi lebih lanjut dan pembaruan prakiraan cuaca, masyarakat dapat mengakses situs resmi BMKG Juanda di https://stamet-juanda.bmkg.go.id. (jaz)