Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Banjir Landa Watulimo, Lebih dari 2 Ribu Warga Terdampak Butuh Nasi Bungkus di Tasikmadu dan Prigi

Zaki Jazai • Kamis, 5 Juni 2025 | 19:23 WIB
Relawan sedang membantu membuat nasi bungkus di dapur umum untuk korban banjir di Kecamatan Watulimo.
Relawan sedang membantu membuat nasi bungkus di dapur umum untuk korban banjir di Kecamatan Watulimo.

Trenggaleknjenggelek – Banjir melanda wilayah Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Rabu (4/6/2025) hingga kamis (5/6/2025). Dua desa tercatat mengalami dampak paling parah, yakni Desa Tasikmadu dan Desa Prigi. Di Tasikmadu, banjir menggenangi lima Rukun Tetangga (RT), sementara di Desa Prigi jumlahnya dua kali lipat, mencapai 10 RT terdampak.

Data sementara mencatat lebih dari dua ribu jiwa terdampak banjir di wilayah ini. Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) segera merespons kebutuhan mendesak warga, terutama ketersediaan makanan.

“Pastinya kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menyediakan makanan bagi warga terdampak. Dan jumlah yang dibuat pastinya berdasarkan permintaan,” kata Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Dinsos P3A Trenggalek, Effendi Muhtar Saputro. 

Hingga saat ini, pemkab telah membuka dapur umum di Kantor Kecamatan Watulimo sebagai sumber utama logistik makanan bagi korban banjir. Dapur umum tersebut masih mencukupi kebutuhan, terutama karena turut didukung oleh bantuan nasi bungkus dari para relawan, komunitas, dan donatur mandiri.

Menurut Fendi, permintaan nasi bungkus diperkirakan akan berkurang secara bertahap.

“Beberapa warga sudah mulai bisa beraktivitas kembali, dan selain itu dapur umum juga mulai berdiri di beberapa desa terdampak oleh inisiatif warga dan komunitas relawan,” jelasnya.

Soal menu makanan, dapur umum tidak sembarangan dalam menyusun komposisinya. Fendi menyebut bahwa setiap kali memasak, petugas memperhatikan nilai gizi.

“Setidaknya selalu ada nasi sebagai sumber karbohidrat, lauk sebagai protein, dan sayur untuk kebutuhan serat. Menu bisa berbeda tergantung bahan yang tersedia, tapi kami selalu usahakan memasak dengan rasa yang tetap enak dan layak dikonsumsi,” ujarnya.

Distribusi makanan dilakukan berdasarkan permintaan dan difokuskan untuk titik-titik prioritas. Biasanya makanan akan di-drop di kantor desa atau kelurahan, lalu diteruskan kepada warga terdampak oleh perangkat dan relawan setempat.

Fendi memastikan bahwa proses penyaluran bantuan akan terus berjalan menyesuaikan situasi dan kebutuhan masyarakat.

“Kami tetap memantau perkembangan harian di lapangan dan berkoordinasi dengan semua pihak agar penanganan bisa optimal,” pungkasnya.(jaz) 

 

 

 

(Dok. BPBD Bojonegoro)
(Dok. BPBD Bojonegoro)
Editor : Zaki Jazai
#banjir #nasi bungkus #kecamatan watulimo #dapur umum