TRENGGALEK NJENGGELEK - Selain intensitas hujan deras yang cukup lama, tampaknya ada hal lain yang memicu banjir di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek pada Kamis (5/6/2025).
Pemicunya adalah aliran Sungai Kali Putri di dekat Mapolsek Watulimo Trenggalek yang tersumbat.
Baca Juga: Kades Bangun Trenggalek Ungkap Konstruksi Jembatan Sebelum Putus, Ternyata .....
Bahkan derasnya aliran air membawa sampah dari gunung yang akhirnya menyumbat kolong jembatan yang akhirnya membuat air tumpah membanjiri pemukiman.
Pantauan di lapangan, warga sekitar pun berusaha membersihkan tumpukan sampah yang didominasi ranting dan bambu sejak pagi.
Baca Juga: Banjir Landa Watulimo, Lebih dari 2 Ribu Warga Terdampak Butuh Nasi Bungkus di Tasikmadu dan Prigi
Namun upaya itu tidak membuahkan hasil lantaran volume sampah yang terlampau banyak. Belum lagi warga hanya menggunakan peralatan seadanya.
Hingga akhirnya tidak lama berselang, satu alat berat dari BPBD Trenggalek turun ke lokasi untuk mengambil sampah yang menumpuk untuk dibuang ke tempat pembuangan sampah.
Baca Juga: Kronologi Jembatan Penghubung Watulimo–Munjungan di Trenggalek Putus Dihantam Hujan Deras
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Stefanus Triadi Atmono mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan satu alat berat untuk mengangkat sampah yang menyumbat sungai di Desa Tasikmadu.
Apalagi banyaknya volume sampah membuat aliran air sungai di bawah jembatan pun terhambat.
Baca Juga: Awas Jalur Alternatif Gemaharjo - Prigi Trenggalek Berbahaya, Lapisan Aspal Baru Melorot
"Kami langsung menerjunkan alat berat backhoe untuk membersihkan sampah. Sekaligus beberapa truk untuk membuang sampah ke lokasi pembuangan," jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan proses pembersihan Sungai Tawang masih berlangsung. Diharapkan usai dibersihkan aliran sungai bisa kembali lancar dan memiminimalisir potensi banjir susulan.
Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Watulimo pada Rabu (4/6) malam memicu banjir di beberapa desa.
Akibatnya banyak rumah warga yang terendam dan membuat aktivitas terganggu.****
Editor : Dharaka R. Perdana