Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Disippus Trenggalek Gelar Lomba Perpustakaan Umum Terbaik (Desa/Kelurahan) Tingkat Kabupaten 2025, Berikan Dorongan Pengembangan Perpusdes

Akhmad Nur Khoiri • Selasa, 10 Juni 2025 | 15:00 WIB
Disippus Trenggalek saat melakukan visitasi ke perpusdes yang menjadi nominator lomba.
Disippus Trenggalek saat melakukan visitasi ke perpusdes yang menjadi nominator lomba.

Trenggaleknjenggelek – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Trenggalek menggelar Lomba Perpustakaan Umum Terbaik (Desa/Kelurahan) Tahun 2025.

Hal ini sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan literasi masyarakat dan peningkatan kualitas layanan perpustakaan di tingkat lokal.

Kegiatan ini diikuti oleh 20 perpustakaan desa (perpusdes) yang ada di Kabupaten Trenggalek.

Masing-masing peserta menampilkan program unggulan, inovasi layanan, serta aktivitas literasi berbasis komunitas yang mereka kelola selama satu sampai tiga tahun terakhir.

Plh. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Trenggalek, Subagya, mengatakan bahwa lomba ini bukan sekadar kompetisi.

Namun, kegiatan ini juga sebagai sarana apresiasi dan motivasi bagi pengelola perpustakaan desa dan kelurahan yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam membangun budaya baca di masyarakat.

“Perpustakaan desa dan kelurahan memiliki peran penting sebagai simpul literasi sekaligus ruang belajar bersama di tengah masyarakat. Melalui lomba ini, kami ingin menumbuhkan semangat inovasi dan kolaborasi antar pengelola agar perpustakaan semakin dekat, diminati, dan dibutuhkan warga,” ujar Subagya.

Dalam proses penilaian, dewan juri yang terdiri dari unsur akademisi, praktisi perpustakaan, serta pejabat dinas terkait.

Dewan juri menilai berbagai aspek seperti koleksi perpustakaan, sarana dan prasarana, pelayanan dan tenaga perpustakaan, penyelanggaraan dan pengelolaan, serta inovasi dan dampak perpustakaan.

"Dari penilaian tersebut kami mendapatkan enam nominator. Kemudian kami lakukan visitasi ke perpusdes tersebut pada tanggal 26 hingga 28 Mei 2025," sambung Subagya.

Melalui hasil visitasi yang dilakukan, dewan juri akhirnya menyematkan Juara I pada Perpusdes Karangturi, Kecamatan Munjungan.

Kemudian diikuti dengan Juara II dari Perpusdes Buluagung, Kecamatan Karangan dan Juara III dari Perpusdes Parakan, Kecamatan Trenggalek.

Selain itu, juga terdapat tiga juara harapan dari perlombaan ini. Diantaranya adalah Perpusdes Ngadimulyo, Kecamatan Kampak sebagai Juara Harapan I; Perpusdes Wonocoyo, Kecamatan Panggul sebagai Juara Harapan II; dan Perpusdes Gemaharjo, Kecamatan Watulimo sebagai Juara Harapan III.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang dicanangkan Perpustakaan Nasional RI.

Melalui pendekatan ini, perpustakaan didorong menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga ruang pelatihan keterampilan, pusat informasi usaha mikro, dan sarana peningkatan kapasitas individu.

“Perpustakaan yang aktif dan adaptif akan berkontribusi besar dalam pembangunan desa. Kami berharap kegiatan seperti ini mendorong lebih banyak desa dan kelurahan untuk mengembangkan perpustakaan menjadi pusat inovasi sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tutur Subagya. 

Lebih lanjut, lewat pendekatan ini Perpusdes diharapkan dapat lebih terbuka, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang beragam.

“Harapannya, perpustakaan semakin menjadi ruang yang hidup, menyatu dengan masyarakat, dan membawa manfaat nyata. Karena pada akhirnya, semangat kami adalah satu: Salam Literasi, Literasi untuk Kesejahteraan,” tutup Subagya dengan penuh optimisme. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#Disippus #perpustakaan #perpusdes #trenggalek #literasi