Trenggaleknjenggelek – Sebuah pohon sonokeling berdiameter 40 cm dan panjang sekitar 6 meter tumbang di RT 19 RW 04, Desa Nglongsor, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Rabu (11/6/2025). Insiden ini menyebabkan kabel Wi-Fi putus dan sebagian area persawahan terdampak, memicu kekhawatiran warga akan gangguan aktivitas harian.
Menanggapi kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek langsung melakukan penanganan pada Kamis pagi (12/6/2025), pukul 08.30 WIB. Penanganan dilakukan secara terpadu bersama TNI, Polri, perangkat desa, dan masyarakat setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St. Triadi Atmono, menyampaikan bahwa respon cepat ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana agar dampak kerusakan tidak semakin meluas.
“Begitu menerima laporan, kami langsung koordinasi dengan lintas sektor untuk percepatan evakuasi. Pohon yang tumbang cukup besar dan menimpa kabel serta lahan warga. Ini tidak hanya soal kerusakan fisik, tapi juga menyangkut aktivitas dan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Triadi menambahkan bahwa keberhasilan penanganan ini tidak lepas dari semangat gotong royong yang ditunjukkan warga. Proses evakuasi berjalan lancar dengan peralatan manual dan alat pemotong kayu, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.
“Semangat kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan kita dalam menghadapi bencana. Kami mengapresiasi semua pihak yang terlibat, baik dari unsur pemerintah, aparat keamanan, maupun warga,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, terutama di musim cuaca ekstrem seperti sekarang. Pohon-pohon besar yang berada dekat pemukiman atau jaringan utilitas publik sebaiknya diperiksa secara berkala.
“Pencegahan lebih baik daripada penanganan. Laporkan segera jika ada potensi bahaya, agar kami bisa tindak lanjuti sebelum menimbulkan kerugian lebih besar,” pungkasnya.(jaz)