Trenggaleknjenggelek – Potensi besar kawasan hutan di Trenggalek dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan luas wilayah hutan yang mencapai sekitar 70 persen dari total wilayah, Kabupaten Trenggalek menyimpan banyak peluang untuk dikembangkan, khususnya di sektor kehutanan dan pariwisata.
Menyikapi hal itu, Perum Perhutani KPH Kediri berencana menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Langkah awal sinergi tersebut ditandai dengan pertemuan koordinasi antara Perhutani, Pemkab Trenggalek, dan pelaku usaha di Pringgitan Pendopo Kabupaten Trenggalek pada Selasa (10/6).
Pertemuan ini membahas rencana pengembangan kawasan terintegrasi kehutanan dan wisata di sejumlah titik potensial.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dalam sambutannya menyambut baik dukungan dari Perhutani KPH Kediri. Ia menyampaikan bahwa selama ini banyak kawasan hutan yang belum dimaksimalkan manfaatnya, padahal memiliki nilai strategis bagi kesejahteraan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar hutan.
"Kami ingin mengoptimalkan wilayah hutan yang sangat luas ini, terutama untuk pengembangan pariwisata alam dan ekonomi kreatif. Mulai dari kawasan Pantai Genjor, Prigi, Munjungan, Panggul hingga kawasan Forest City. Semua itu akan kami padukan dengan dukungan dari tingkat desa hingga dinas terkait,” ujar Bupati.
Nur Arifin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, Perhutani, dan pihak swasta menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang seimbang—baik dari sisi ekologi, sosial, maupun ekonomi.
"Kita butuh semua pihak bergerak bersama. Tujuannya bukan hanya menciptakan wisata unggulan, tetapi juga memastikan masyarakat di sekitar hutan bisa hidup sejahtera," tegasnya.
Sementara itu Wakil Administratur Kediri Selatan, Hermawan, yang hadir mewakili Kepala Perhutani KPH Kediri, menyampaikan komitmen penuh untuk mendukung pembangunan kawasan hutan terintegrasi di Trenggalek.
"Kami sangat mendukung langkah Pemkab Trenggalek. Dalam kondisi sosial yang semakin dinamis, kami tidak bisa bekerja sendirian. Dibutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait,” jelas Hermawan.
Ia juga menekankan bahwa Perhutani membuka ruang kerja sama untuk pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
"Pengelolaan hutan harus seimbang: ekologinya terjaga, masyarakatnya berdaya, ekonominya bergerak. Untuk itu, kami siap bersinergi dalam segala aspek, mulai dari perizinan, pengembangan kawasan wisata, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar hutan," imbuhnya.(jaz)
Editor : Zaki Jazai