Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Usai Lunasi PEN, Pemkab Trenggalek Bersiap Ajukan Pinjaman Baru Rp 250 Miliar untuk Infrastruktur

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 13 Juni 2025 | 22:58 WIB
Pemkab Trenggalek berniat ajukan pinjaman usai lunasi PEN untuk pembangunan infrastruktur.
Pemkab Trenggalek berniat ajukan pinjaman usai lunasi PEN untuk pembangunan infrastruktur.

Trenggaleknjenggelek – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek berencana mengajukan pinjaman baru senilai Rp 250 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Hal ini guna mendanai pembangunan infrastruktur setelah menyelesaikan kewajiban pembayaran utang Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada 2026.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Trenggalek, Suhartoko, mengungkapkan bahwa pelunasan pinjaman PEN sebesar Rp 250 miliar yang mulai dicicil sejak tahun 2021 akan rampung pada Oktober 2026.

Usai pelunasan tersebut, Pemkab membuka peluang untuk kembali mengakses pembiayaan serupa dari PT SMI.

“PEN Oktober 2026 selesai. Kelihatannya setelah selesai akan kembali mengajukan pinjaman lagi ke PT SMI untuk pembangunan infrastruktur yang rusak,” ujar Hartoko saat ditemui pada Jumat (13/6/2025).

Ia menambahkan bahwa rencana pengajuan pinjaman itu tetap harus melalui analisa kelayakan dari PT SMI.

Analisa tersebut akan menilai kemampuan fiskal daerah, termasuk kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam membayar pinjaman.

“Nilainya kisaran Rp 250 miliar, namun nanti kita ikut keputusan PT SMI terkait kemampuan bayar kita karena ada analisa,” jelasnya.

Hartoko menegaskan, jangka waktu pinjaman baru akan disesuaikan dengan masa jabatan kepala daerah yang menjabat saat pengajuan.

Hal ini sesuai dengan regulasi yang melarang pengajuan pinjaman dengan tenor melebihi periode kepala daerah yang menandatangani kesepakatan.

Sementara itu, pembayaran cicilan pinjaman PEN masih menjadi salah satu prioritas dalam struktur belanja daerah tahun 2025.

Hartoko menyebut, hingga kini Pemkab masih harus menunaikan kewajiban pembayaran sebesar Rp 65 miliar per tahun.

“Bunga pinjamannya memang terus menurun tiap tahun, tapi komitmen pembayaran tetap jadi fokus utama dalam belanja kita,” pungkasnya.

Dengan pelunasan yang tinggal setahun lagi, rencana pengajuan pinjaman baru menjadi sinyal bahwa Pemkab Trenggalek berusaha melanjutkan pembangunan infrastruktur, meski di tengah tantangan keterbatasan fiskal. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#pembangunan #pinjaman #pen #infrastruktur #Pemkab Trenggalek