Trenggaleknjenggelek – Dampak longsor yang terjadi pada Rabu (11/6/2025) lalu di Dusun Kedungdowo, Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak, masih terasa hingga lebih dari sepekan pasca kejadian. Akibat besarnya volume material longsor yang menimpa satu rumah warga, proses pembersihan terus dilakukan secara bertahap oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek bersama masyarakat.
Selasa (24/6), BPBD Trenggalek kembali turun tangan dalam kerja bakti membersihkan sisa material longsor yang menimbun rumah milik Paijo, warga RT 37 RW 08. Dengan menggunakan peralatan manual, tim BPBD dan warga setempat bergotong royong mengangkat tanah, kayu, dan bebatuan yang masih menyelimuti area sekitar rumah.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St. Triadi Atmono, mengatakan bahwa pembersihan ini dilakukan secara bertahap karena volume longsoran yang cukup besar serta kondisi medan yang tidak mudah.
"Material longsor yang menimpa rumah Bapak Paijo cukup tebal dan luas, sehingga proses pembersihan memerlukan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Tapi kami pastikan, penanganan terus berjalan sampai warga bisa kembali tinggal dengan aman dan nyaman," ujar Triadi.
Ia menambahkan bahwa BPBD Trenggalek akan terus hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana, tidak hanya saat kejadian, tetapi juga dalam proses pemulihan pascabencana.
"Kami akan terus mendampingi warga hingga kondisi benar-benar pulih. Kerja bakti ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di wilayah pegunungan seperti Kampak," lanjutnya.
Sebagai informasi, longsor yang terjadi pada 11 Juni lalu menyebabkan tertutupnya saluran air dan mengubah arah aliran ke permukiman warga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun satu rumah mengalami kerusakan dan tujuh jiwa dari tiga kepala keluarga sempat mengungsi.
BPBD Trenggalek juga terus mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras turun dalam waktu lama. Dukungan dan koordinasi lintas sektor juga terus dijalin guna memperkuat sistem mitigasi dan respons bencana di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek.(jaz)