TRENGGALEK NJENGGELEK – Bencana hidrometeorologi kembali melumpuhkan akses warga di wilayah selatan Trenggalek.
Setelah jembatan di Desa Bangun, Kecamatan Munjungan, Trenggalek putus beberapa waktu lalu, kini giliran jalur alternatif di Dusun Podang, Desa Bendoroto, ikut ambrol diterjang hujan deras, Minggu (29/6) dini hari.
Baca Juga: Tanah Amblas di Jalur Nasional Trenggalek-Panggul, Sekolah dan Rumah Warga Ikut Terancam
Camat Munjungan, Yusuf Widharto, menyebut kejadian ini sebagai pukulan kedua yang memperparah isolasi akses antara Kecamatan Munjungan dan Watulimo, keduanya di wilayah selatan Trenggalek.
“Setelah jembatan Bangun putus, akses satu-satunya ya lewat Bendoroto. Sekarang itu juga terputus, terutama untuk kendaraan roda empat,” jelasnya.
Lokasi jalan putus berada di RT 14 RW 03 Dusun Podang, tepat di bibir sungai. Yusuf mengatakan, jalur tersebut memang rawan longsor sejak lama dan terus tergerus air.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Landa Munjungan, BPBD Trenggalek Imbau Warga Tetap Waspada
Hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu malam membuat badan jalan ambrol dan tak bisa lagi dilalui mobil.
“Sudah ada tanda-tanda ambles. Karena posisi jalan sangat dekat dengan aliran sungai. Begitu debit air naik, tanah enggak kuat nahan,” tambahnya.
Jalur tersebut sebelumnya menjadi satu-satunya alternatif setelah jembatan utama yang menghubungkan Desa Bangun dan Desa Bendoroto ambruk diterjang banjir beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Warga Munjungan Bangun Jembatan Darurat dengan Swadaya, Pulihkan Akses Kampak–Munjungan
Kini, dengan dua akses utama yang sama-sama putus, Kecamatan Munjungan nyaris terisolasi dari arah timur.
“Roda dua masih bisa lewat jalur kecil, tapi tidak representatif. Roda empat lumpuh total,” tegas Yusuf.
Ia mengaku prihatin karena dampak kejadian ini tidak hanya menyulitkan mobilitas, tapi juga memukul sektor ekonomi warga.
Munjungan dan Watulimo selama ini saling terhubung dalam kegiatan perdagangan dan distribusi barang kebutuhan pokok.
“Perputaran ekonomi jelas terganggu. Aktivitas niaga dan logistik lumpuh. Ini sangat dirasakan warga,” imbuhnya.
Saat ini, pihak Kecamatan Munjungan bersama BPBD, TNI-Polri, dan relawan tengah melakukan asesmen dan merumuskan langkah penanganan.
Pemerintah desa juga telah diinstruksikan melakukan pemetaan jalur darurat dan menyosialisasikan potensi bahaya ke warga sekitar.
Yusuf mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi bencana susulan, serta menjaga kekompakan dan gotong royong dalam menghadapi situasi darurat.
“Kami minta warga saling bantu, tetap tenang, dan jangan abai dengan peringatan cuaca ekstrem. Bersama kita bisa atasi ini,” tandasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana