TRENGGALEKNJENGGELEK — Hingga kini Trenggalek memiliki 14 kecamatan di wilayah seluas sekitar 1.261 kilometer persegi.
Di antara 14 kecamatan berikut, satu di antaranya menyandang status kecamatan terluas di Trenggalek.
Baca Juga: Longkangan Munjungan Diusulkan Pemkab Trenggalek Jadi Warisan Budaya Takbenda
Untuk menuju kecamatan di ujung selatan Trenggalek ini pun membutuhkan perjuangan tersendiri karena melintasi pegunungan dengan kontur jalan cukup ekstrem.
Meskipun lokasi wilayahnya di balik pegunungan selatan Trenggalek, namun menyimpan potensi alam yang tidak kalah dengan kecamatan lain.
Baca Juga: Jalur Alternatif Ambrol, Akses Munjungan - Watulimo di Selatan Trenggalek Putus Total
Ya, kecamatan yang dimaksud adalah Munjungan yang memiliki luas 154,80 kilometer persegi dengan penduduk mencapai 54.441 jiwa. Artinya beda tipis dengan Kecamatan Watulimo di sisi timur maupun Kecamatan Panggul di sisi baratnya.
Munjungan dikenal sebagai daerah dengan panorama alam yang memukau, budaya lokal yang kental, serta potensi sumber daya yang besar, Munjungan menjadi kawasan yang menarik untuk dijelajahi baik dari sisi geografis, budaya, maupun potensi ekonomi.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Landa Munjungan, BPBD Trenggalek Imbau Warga Tetap Waspada
Munjungan terletak di wilayah pesisir selatan Kabupaten Trenggalek dan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.
Wilayah ini dikenal dengan medan geografis yang berbukit dan jalanan menantang. Meski demikian, akses menuju Munjungan kini sudah semakin baik dengan pembangunan infrastruktur jalan yang terus berlanjut.
Baca Juga: Warga Munjungan Bangun Jembatan Darurat dengan Swadaya, Pulihkan Akses Kampak–Munjungan
Perjalanan dari pusat kota Trenggalek ke Munjungan memakan waktu sekitar 1–2 jam, melewati jalur berliku namun menyajikan pemandangan alam yang memesona.
Warga Munjungan dikenal ramah dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Jawa. Tradisi seperti labuh laut Sembonyo, wayang kulit, hadrah, serta kesenian jaranan masih rutin digelar pada momen-momen tertentu, terutama pada bulan Suro dan perayaan sedekah bumi.
Selain wisata, Munjungan juga memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan laut.
Sementara itu, wilayah pesisir mendukung kegiatan nelayan tradisional yang menangkap ikan dengan cara ramah lingkungan. *****
Editor : Dharaka R. Perdana