Trenggaleknjenggelek – Sebuah perahu terbalik yang diduga milik enam nelayan asal Puger, Jember, ditemukan di laut perbatasan antara Trenggalek dan Tulungagung.
Penemuan ini terekam dalam sebuah video berdurasi 46 detik yang beredar di kalangan nelayan dan masyarakat pesisir.
Perahu tersebut berjenis payang berwarna hijau, dengan jaring yang masih tersangkut di badan kapal.
Berdasarkan informasi dari video, perahu itu diyakini berasal dari kawasan Puger, tempat keenam nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut.
Keenam nelayan yang terdiri dari Tawi (60) selaku nakhoda, Bahroji (70), Zainul Arifin (55), Daim (65), Warsito (65), dan Abas (35) yang dinyatakan hilang sejak Selasa lalu.
Koordinator Pos SAR Trenggalek, Bayu Prasetyo membenarkan adanya laporan temuan perahu tersebut.
Ia menjelaskan bahwa tim gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan Polairud langsung menindaklanjuti laporan dari warga nelayan terkait keberadaan kapal karam di perairan selatan Trenggalek.
Baca Juga: Tiga Rumah Rusak Akibat Tabrakan Beruntun di Jalur Trenggalek–Ponorogo, Dua Warga Dawuhan Terluka
"Ini tadi tim gabungan menindaklanjuti laporan dari nelayan yang mengetahui ada kapal karam di wilayah perairan selatan Trenggalek," jelas Bayu, Kamis (3/7/2025).
Dari hasil pengamatan visual, kapal yang ditemukan memiliki kemiripan kuat dengan kapal nelayan Puger yang dikabarkan hilang dua hari sebelumnya.
"Ini diduga adalah kapal nelayan Puger (Jember, Red) yang dilaporkan hilang pada dua hari yang lalu," tambahnya.
Namun, upaya evakuasi dan pemeriksaan lebih dekat terhadap kapal mengalami kendala akibat kondisi medan laut yang berbatu dan berkarang di sekitar lokasi penemuan.
"Ternyata kapal ada di selatan Prigi, namun tidak bisa mendekat karena ada karang. Tapi dilihat dari bentuknya, itu dapat dipastikan adalah kapal yang hilang dari Puger," ungkap Bayu.
Meskipun telah ditemukan kapal yang diduga milik korban, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan nelayan yang hilang.
"Namun dalam kapal tersebut diketahui tidak ada orang," tutupnya. (kho)
Editor : Akhmad Nur Khoiri