TRENGGALEKJENGGELEK - Rencana pembebasan lahan lanjutan untuk pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) di Trenggalek bakal jalan terus.
Alasannya anggaran sebesar Rp 20 miliar sudah terlanjur disiapkan untuk proses lanjutan pembangunan JLS di Trenggalek.
Meskipun sebelumnya ada desakan untuk menunda sementara untuk meringankan beban anggaran yang dipikul Pemkab Trenggalek di tengah efisiensi.
Belum lagi rusaknya sejumlah infrastruktur akibat bencana alam yang terjadi bertubi-tubi di Trenggalek.
Baca Juga: BPBD Trenggalek Himbau Masyarakat Hati-Hati Melintasi JLS Trenggalek Tulungagung
Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi, memastikan rencana pembebasan lahan untuk proyek pembangunan JLS tetap berlanjut.
Menurut dia, dalam rapat bersama Pemprov Jawa Timur, dipastikan proyek JLS tetap menjadi prioritas. Pemprov meminta agar proses pembebasan lahan segera diselesaikan Pemkab Trenggalek.
Baca Juga: JLS Trenggalek Tulungagung Tertutup Longsor Akibat Hujan Deras, BPBD Lakukan Evakuasi
"Kita menyiapkan lahannya, provinsi yang membangun jalannya," kata Doding, Minggu (6/7/2025)
Doding, -sapaan akrabnya menambahknn, tahun ini Pemkab Trenggalek sebenarnya sudah menyiapkan dana sebesar Rp 20 miliar untuk pembebasan lahan JLS.
Baca Juga: Awas Jalur Alternatif Gemaharjo - Prigi Trenggalek Berbahaya, Lapisan Aspal Baru Melorot
Dengan demikian Pemprov Jatim membantu pemkab berupa pembangunan infrastruktur lain.
Provinsi bersedia bantu lewat BKK (Bantuan Keuangan Khusus). Mengingat duit Trenggalek sudah habis untuk pembebasan lahan," lanjut politisi PDI Perjuangan tersebut.
Dana Rp 20 miliar tersebut, lanjut Doding belum mencukupi seluruh kebutuhan pembebasan lahan.
Untuk itu, Pemkab Trenggalek akan menyelesaikan tahap awal terlebih dahulu sembari menunggu estimasi lanjutan dari dinas terkait.
Dari pendataan sementara, Trenggalek butuh Rp 300 miliar untuk membebaskan lahan sepanjang 42 kilometer.
Sementara dana yang tersedia pada 2025 diprioritaskan untuk pembebasan lahan JLS dari Kecamatan Watulimo - Kecamatan Munjungan atau Pantai Cengkrong - Pantai Ngampiran.
Lebih lanjut, untuk memastikan keamanan fiskal di tengah besarnya beban anggaran, Pemkab Trenggalek berencana mengajukan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Pinjaman daerah tersebut akan diajukan usai utang lunas 2026. "Kalau mau mempercepat pembangunan infrastruktur, salah satu solusinya memang pinjaman. Ada batasan kemampuan keuangan daerah, yakni maksimal Rp 250 miliar," tutupnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana