Trenggaleknjenggelek – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek melakukan peninjauan lapangan terhadap kejadian tanah gerak yang terjadi di RT 47 RW 23 Dusun Bangunsari, Desa Pule, Kecamatan Pule, pada Senin (7/7/2025).
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St Triadi Atmono, menyampaikan bahwa peninjauan dilakukan bersama sejumlah pihak terkait seperti Perhutani, Babinsa, BKTM, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), dan perangkat desa setempat. Lokasi yang ditinjau merupakan kawasan lereng Gunung Sengungklung, tepatnya di Petak 28 M-1 dengan luas terdampak sekitar 46,3 hektare.
"Hasil peninjauan menunjukkan adanya retakan tanah yang cukup serius, dengan lebar retakan mencapai 1 meter dan panjang hingga 200 meter. Di lokasi tersebut juga ditemukan setidaknya 15 pohon yang tumbang akibat pergerakan tanah," ungkap Triadi.
Sebagai langkah awal mitigasi, lanjut Triadi, BPBD bersama stakeholder terkait telah memasang tanda peringatan rawan longsor dan pohon tumbang di sekitar area terdampak. Selain itu, pihaknya juga telah memberikan himbauan kepada masyarakat agar lebih waspada, terutama saat turun hujan.
"Kami menghimbau warga agar sementara waktu tidak beraktivitas terlalu dekat dengan area retakan, serta memperhatikan potensi longsor yang bisa terjadi sewaktu-waktu, khususnya di musim hujan," tegasnya.
Dari sisi kehutanan, Perhutani menyarankan agar dilakukan reboisasi di wilayah terdampak dengan tanaman berakar kuat. Mereka juga menekankan pentingnya untuk tidak melakukan penggarapan intensif di kawasan rawan bencana demi menjaga stabilitas lereng.
BPBD Trenggalek akan terus memantau perkembangan situasi di lokasi dan siap mengambil langkah-langkah lanjutan bila pergerakan tanah semakin meluas atau menimbulkan dampak terhadap pemukiman warga.(jaz)