Trenggaleknjenggelek – Sebagai bagian dari upaya pencegahan bencana, Pemerintah Desa Bendoroto, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, melakukan pemasangan sesek atau betek kayu di lokasi ambrolnya Tembok Penahan Jalan (TPJ) akibat bencana banjir. Langkah ini dilakukan pada Senin (7/7/2025) sebagai respons cepat sekaligus tindakan mitigasi untuk mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut.
Sebanyak 70 buah betek kayu dipasang di satu titik rawan yang sebelumnya terdampak banjir, dengan bantuan alat berat untuk proses pengeringan dan penataan ulang struktur tanah. Titik tersebut dinilai krusial karena menjadi akses penting bagi masyarakat dan memiliki risiko tinggi apabila tidak segera ditangani.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, St. Triadi Atmono, menyampaikan apresiasi terhadap gerak cepat Pemerintah Desa Bendoroto. Ia menilai langkah tersebut sebagai contoh konkret kesiapsiagaan desa dalam menghadapi potensi bencana lanjutan.
"Pemasangan betek kayu ini adalah bentuk antisipasi jangka pendek yang sangat penting untuk mencegah kerusakan lanjutan, terutama ketika musim hujan kembali datang. Inisiatif ini harus kita dorong dan kita sinergikan dengan program penanganan dari tingkat kabupaten," ujar Triadi.
Berdasarkan data BPBD Trenggalek wilayah Munjungan termasuk dalam zona dengan tingkat kerawanan banjir dan longsor cukup tinggi, mengingat karakteristik geografisnya yang berbukit dan struktur tanah yang labil. Oleh karena itu, pendekatan berbasis komunitas dan kearifan lokal seperti pemasangan betek sangat relevan untuk diterapkan sebagai penguatan struktural darurat.
"Kami juga terus melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan kecamatan untuk memetakan titik-titik rawan lain yang perlu segera ditangani. Penanganan seperti ini juga menjadi bagian dari edukasi kebencanaan bagi warga," tambahnya.
BPBD Trenggalek juga memastikan akan terus mendampingi upaya-upaya mitigasi di tingkat desa, termasuk dengan memberikan bantuan teknis dan logistik bila diperlukan. Langkah-langkah seperti ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan desa terhadap bencana alam yang kerap terjadi secara tiba-tiba dan berdampak luas.
Langkah cepat Pemdes Bendoroto ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah desa dan lembaga kebencanaan sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh di tengah ancaman bencana alam yang kian tidak terduga.
"Masyarakat perlu kita libatkan aktif. Desa-desa seperti Bendoroto yang responsif harus kita jadikan contoh untuk wilayah lain. Karena keberhasilan penanggulangan bencana sangat ditentukan oleh kesiapan dari bawah," pungkas Triadi.(jaz)
Editor : Zaki Jazai