Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

‎Sekolah Rakyat di Trenggalek Masih Cari Tempat, Gedung BLK Jadi Lokasi Pembelajaran Sementara

Akhmad Nur Khoiri • Kamis, 10 Juli 2025 | 16:05 WIB

Proses pengosongan Gedung BLK yang akan digunakan untuk lokasi Sekolah Rakyat sementara waktu.
Proses pengosongan Gedung BLK yang akan digunakan untuk lokasi Sekolah Rakyat sementara waktu.

Trenggaleknjenggelek – Rencana pendirian Sekolah Rakyat di Kabupaten Trenggalek mulai menunjukkan progres. 

‎Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengungkapkan bahwa lahan baru telah disiapkan di sekitar Pasar Basah, sebagai alternatif dari rencana awal yang akan dibangun di kawasan Dilem Wilis, Kecamatan Bendungan.

‎Menurut Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu, perubahan lokasi dilakukan karena proses perizinan di Dilem Wilis belum menemui titik terang. 

Baca Juga: ‎Lama Terbengkalai, Pemkab Trenggalek Berencana Sulap Terminal Durenan

‎Sebagai gantinya, Pemkab Trenggalek kini menyiapkan lahan seluas 7 hektar yang berada berdampingan dengan aset hibah untuk Kejaksaan Negeri Trenggalek.

‎"Lokasi Sekolah Rakyat akan berada di sebelah pasar basah, berhimpitan dengan tanah hibah untuk Kejaksaan. Luasnya sekitar 7 hektar," terang Mas Ipin.

Baca Juga: PPDB ‎Minim Pendaftar, DPRD Trenggalek Dorong Evaluasi Kualitas Pendidikan Dasar

‎Sambil menunggu proses pembangunan fisik sekolah rampung, Balai Latihan Kerja (BLK) Trenggalek di bawah Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinaker) dipilih sebagai tempat pembelajaran sementara. 

‎Saat ini, pengosongan dan pembersihan lokasi di BLK sudah dilakukan agar dapat digunakan oleh calon peserta Sekolah Rakyat.

Baca Juga: ‎Dishub Trenggalek Rancang Jalur Satu Arah di Jalan Panglima Sudirman, Dorong Ekonomi dan Estetika Kota

‎Dinas Perinaker sendiri untuk sementara dipindahkan ke aula Dinas Pekerjaan Umum agar proses belajar-mengajar di BLK bisa segera dimulai.

‎Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari prioritas nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto. 

‎Tujuannya, memberi akses pendidikan dan pelatihan keterampilan kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu, sekaligus memutus mata rantai kemiskinan struktural.

‎"Yang sekolah di sana nanti tentu dari keluarga miskin, khususnya Desil I dan II. Kita akan buka SD, SMP, hingga SMA. Sementara ini proses pembelajaran kita pusatkan di BLK dengan sistem kurikulum yang fleksibel," imbuh Bupati.

‎Mas Ipin menekankan bahwa konsep pembelajaran di Sekolah Rakyat tidak terpaku pada tahun ajaran konvensional.‎

‎Siswa bisa masuk kapan saja, mirip dengan sistem kredit semester, agar lebih adaptif terhadap kondisi anak-anak putus sekolah.

‎"Masuknya tidak harus Juni atau Juli. Ini solusi bagi mereka yang telat mendaftar karena harus bekerja lebih dulu atau alasan lain. Arahan dari Presiden memang seperti itu," lanjutnya.

‎Ia juga menepis kekhawatiran sekolah formal akan kehilangan peserta didik. 

‎Menurutnya, hanya mereka yang benar-benar miskin yang akan diterima di Sekolah Rakyat, sehingga jalur reguler tetap dibutuhkan.

‎"Tidak semua anak bisa masuk ke Sekolah Rakyat. Jadi sekolah reguler tidak perlu khawatir tidak kebagian murid," tegas Mas Ipin.

‎Proses penjaringan peserta didik mulai dilakukan tahun ini, namun pelaksanaan penuh masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat. 

‎Meski demikian, Pemkab Trenggalek terus menyiapkan segala infrastruktur pendukung, termasuk melakukan pengurugan lahan yang sebelumnya berupa sawah.

‎"Kita harus siapkan lahan yang siap bangun. Karena sebagian besar masih tanah basah, kita mulai lakukan pengurugan. Yang penting pusat sudah perintahkan siapkan, maka kita laksanakan," tutupnya. (kho)

EDUKASI : Salah satu kegiatan Corporate University di bidamg kesehatan mata yang dilakukan Eyelink Group.
EDUKASI : Salah satu kegiatan Corporate University di bidamg kesehatan mata yang dilakukan Eyelink Group.
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#Sekolah Rakyat #blk #pembelajaran #trenggalek #pasar basah