Trenggaleknjenggelek - Tahun ajaran baru 2025/2026 dimulai dengan kondisi yang cukup mengkhawatirkan bagi SDN 1 Kendalrejo, Kecamatan Durenan, Trenggalek. Karena hanya memperoleh satu siswa baru untuk kelas 1.
Meski demikian, proses pembelajaran di SDN 1 Kendalrejo tetap dilaksanakan seperti biasa, dengan tidak ada penggabungan kelas, dan fokus penuh pada pendidikan siswa yang ada.
Kepala SDN 1 Kendalrejo, Didin Luskha, menjelaskan bahwa meskipun jumlah siswa pada tahun ini sangat terbatas, pihaknya tetap berkomitmen untuk memberikan pembelajaran berkualitas.
Menurut Didin, kondisi ini tidak selalu terjadi setiap tahun, meski jumlah siswa SDN 1 Kendalrejo cenderung fluktuatif.
Baca Juga: Daihatsu Xenia Sondong RX King di Trenggalek, Tiga Pengendara Motor Luka-luka
“Untuk tahun ini, kami hanya mendapatkan satu siswa, yang kebetulan rumahnya dekat sini. Kondisi ini terjadi karena banyak siswa dari TK lebih memilih untuk melanjutkan pendidikan ke SD lain, seperti SDI Giri Arum, yang letaknya lebih dekat,” ujar Didin.
Didin menambahkan bahwa meskipun ada persaingan ketat dengan sekolah lain, seperti adanya banyak pesantren di sekitar, pihak sekolah terus berusaha semaksimal mungkin untuk menarik lebih banyak peminat.
“Kami sudah melakukan berbagai upaya, seperti melakukan sosialisasi ke TK dan mendatangi wali murid satu per satu. Kami juga mengadakan event untuk memperkenalkan sekolah kepada masyarakat,” tambahnya.
Baca Juga: Alasan Wilayah Trenggalek Mengalami Fenomena Bediding, Suhu Turun hingga 17 Derajat Celcius
Selain itu, Didin juga menceritakan upaya mereka untuk mengenalkan sekolah lebih dekat kepada masyarakat sekitar.
Salah satunya melalui acara mewarnai celengan yang melibatkan seluruh TK di lingkungan setempat, seperti TK Ngadisuko 3 dan TK Giri Arum.
“Tujuan kami mengadakan acara ini adalah untuk mengenalkan program-program sekolah dan menarik perhatian calon siswa dari orang tua mereka,” ungkapnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, meskipun jumlah siswa cenderung fluktuatif, SDN 1 Kendalrejo masih mendapatkan angka yang cukup stabil.
“Angkatan sebelumnya kami dapat 11 siswa, namun satu siswa pindah, sehingga sekarang di kelas 2 ada 10 siswa. Begitu juga untuk kelas lainnya, kelas 3 ada 7 siswa, dan kelas 4 ada 6 siswa,” jelas Didin.
Di lingkungan sekitar, ada beberapa sekolah dasar lain yang juga cukup banyak, seperti SDN 3 Kendalrejo, SDN 2 Kendalrejo, SDI Giri Arum, dan MI Kendalrejo , yang menjadikan persaingan semakin ketat.
Meskipun begitu, Didin tetap optimis bahwa dengan terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkenalkan sekolah kepada masyarakat, SDN 1 Kendalrejo dapat berkembang lebih baik di masa depan.
Baca Juga: Waspada Bediding di Trenggalek, Suhu Dingin Ekstrem Bisa Mengganggu Sektor Pertanian
“Meskipun tantangannya cukup besar, kami akan terus berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sini dan berharap bisa menarik lebih banyak siswa di tahun-tahun mendatang,” tutup Didin. ****