Trenggaleknjenggelek – Untuk menjawab perdebatan terkait penggunaan sound horeg, Bupati Trenggalek telah menetapkan aturan terkait batas penggunaan pengeras suara pada kegiatan masyarakat.
Peraturan terkait sound horeg disampaikan oleh Bupati Trenggalek melalui surat edaran (SE) bupati yang diterbitkan pada 16 Mei 2025 lalu.
Di luar dugaan, pengusaha sound horeg justru dengan senang hati menerima SE bupati tersebut saat disosialisasikan di Bakesbangpol Trenggalek.
Baca Juga: Ramai Soal Perdebatan Sound Horeg, Satpol PPK Trenggalek Tegaskan Penertiban Berdasar SE Bupati
"Menanggapi SE bupati terkait dengan pembatasan kekerasan bunyi (sound horeg, Red) insyaallah dari paguyuban sound siap melaksanakan," ungkap perwakilan Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek, Krisna.
Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa pihaknya sama sekali tidak keberatan dan justru senang dengan adanya SE bupati tersebut.
Baca Juga: Pejabat Baru Polres Trenggalek Diminta Segera Beradaptasi dan Jaga Sinergi
Krisna menjelaskan dengan adanya batasan tersebut, dirinya bisa menyewakan sound system miliknya pada event yang lain.
"Tidak ada keberatan, terkait dengan itu kita justru suka karena ada batasan maksimal. Artinya, sound bisa saya gunakan di event yang lain," terangnya.
Baca Juga: Sound Horeg Dinilai Ganggu Kesehatan, Dinkes Trenggalek Ingatkan Bahaya Kebisingan Ekstrem
Dirinya juga menilai batas maksimal sound system yang dibawa pada event tidaklah berlebihan.
"Saya rasa dengan adanya batasan maksimal enam box itu sudah cukup," lanjutnya.
Di samping itu, dirinya menyampaikan bahwa pihaknya telah menyampaikan SE bupati kepada korwil dari paguyubannya.
"Dari Paguyuban Sound Jenangan Trenggalek sudah ada kumpulan dan sosialisasi ke seluruh korwil di Kabupaten Trenggalek," ujarnya.
Saat disinggung terkait adanya potensi kerugian yang dapat dialami pengusaha sound horeg, dirinya menjelaskan bahwa hal tersebut bisa saja terjadi.
Meskipun begitu, dirinya mengungkapkan bahwa hal tersebut justru dapat menjadi acuan bagi pengusaha sound horeg untuk menentukan tarif.
"Kemungkinan bisa seperti itu (rugi, Red), tapi untuk kenyamanan kita dalam berusaha itu malah lebih enak. Karena batasannya jelas dan kita lebih bisa menentukan tarif," tandasnya. (kho)
Editor : Akhmad Nur Khoiri