Trenggaleknjenggelek – Upaya pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tidak cukup hanya dilakukan lewat penyemprotan pestisida. Di balik kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal) yang dilaksanakan di Desa Malasan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, edukasi langsung kepada petani menjadi salah satu kunci keberhasilan.
Hal ini terlihat dalam sinergi antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang bersama-sama mendampingi Kelompok Tani (Poktan) Bahagia dalam pelaksanaan Gerdal pada lahan padi yang tengah memasuki fase pertumbuhan. Kegiatan tersebut difokuskan untuk menekan populasi hama seperti wereng, penggerek batang, dan hawar daun yang berpotensi menyebabkan gagal panen.
“Gerdal ini kami lakukan untuk menekan perkembangan OPT yang dapat merusak tanaman padi dan menurunkan hasil panen. Kehadiran kami di tengah petani adalah bentuk dukungan konkret terhadap ketahanan pangan nasional,” ungkap Sertu Yulis Gunanto, Babinsa Desa Malasan, saat ikut dalam proses penyemprotan di lahan pertanian warga.
Meski penyemprotan tetap menjadi bagian penting, namun pendekatan edukatif yang dilakukan para penyuluh pertanian di lapangan dinilai lebih berkelanjutan.
Budi Santoso, PPL Desa Malasan, menyampaikan bahwa petani perlu dibekali pemahaman agar mampu mengenali gejala serangan hama sejak dini dan mengelola lahannya secara sehat.
“Kami ingin petani tidak hanya mengandalkan pestisida, tapi juga mengedepankan pola tanam sehat, rotasi tanaman, pemanfaatan musuh alami hama, serta monitoring rutin terhadap lahan. Itu semua bagian dari teknik pengendalian hama terpadu,” ujarnya.
Penyuluhan dilakukan langsung di tengah sawah, usai kegiatan penyemprotan. Para petani diajak berdiskusi mengenai siklus hidup hama, faktor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan OPT, hingga kesalahan umum dalam penggunaan pestisida.
Selain edukasi teknis, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari unsur keamanan desa.
Bhabinkamtibmas Aipda Teguh Waseso, yang turut hadir, menegaskan pentingnya keterlibatan Polri dalam menjaga ketahanan pangan.
“Ketahanan pangan adalah fondasi stabilitas nasional. Kami di kepolisian mendukung sinergi ini agar masyarakat lebih sejahtera dan desa semakin aman,” katanya.
Kegiatan Gerdal di Desa Malasan ini juga menjadi wujud dari pembinaan teritorial Babinsa, yang tidak hanya berfokus pada tugas keamanan, tetapi juga mendorong pencapaian program strategis pemerintah, termasuk swasembada pangan dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.
Melalui pendekatan gotong royong dan edukasi yang menyatu, Gerdal tidak sekadar menjadi kegiatan rutin semprot hama, melainkan momentum meningkatkan kapasitas petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.(jaz)