Trenggaleknjenggelek – Ketahanan pangan tak hanya menjadi urusan stok dan distribusi, tetapi menyentuh langsung stabilitas sosial dan keamanan masyarakat. Sehingga Komando Distrik Militer (Kodim) 0806/Trenggalek harus mengambil peran aktif memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan, khususnya beras, sebagai kebutuhan pokok masyarakat.
Komandan Kodim 0806 Trenggalek, Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, pihaknya telah melakukan peninjauan stok beras di Gudang Bulog Trenggalek. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan cadangan pangan di wilayahnya dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Peninjauan ini bukan sekadar rutinitas, tapi bagian dari komitmen kami untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan. Sebab, gejolak harga pangan bisa berdampak luas terhadap situasi sosial di masyarakat," kata Letkol Roy usai meninjau gudang bersama jajaran.
Dalam kunjungan tersebut, Dandim diterima langsung oleh Kepala Gudang Bulog Trenggalek, Yuli Hartanto. Keduanya meninjau langsung isi gudang dan mengevaluasi jalur distribusi beras serta upaya penanganan potensi kelangkaan atau lonjakan harga di pasaran.
Menurut Letkol Roy, kestabilan harga pangan adalah salah satu fondasi penting dalam menciptakan rasa aman di masyarakat. Ketika harga bahan pokok melonjak, terutama beras, tekanan terhadap keluarga berpenghasilan rendah meningkat tajam.
Hal ini dapat memicu ketegangan sosial, meningkatkan kerawanan pangan, hingga memperbesar potensi konflik horizontal.
“TNI, dalam hal ini Kodim 0806/Trenggalek, memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk membantu pemerintah mengantisipasi potensi krisis. Salah satunya dengan ikut mengawasi dan memastikan distribusi pangan berjalan lancar, serta stok tetap tersedia dalam jumlah aman,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa peran TNI bukan hanya sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga sebagai elemen penting dalam pembangunan nasional, termasuk di sektor pangan. Terlebih menjelang musim kemarau yang kerap mempengaruhi produktivitas pertanian, sinergi antar lembaga harus diperkuat agar distribusi pangan tetap stabil.
“Tantangan ke depan tidak ringan. Perubahan iklim, ketergantungan pasar global, dan kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih pasca pandemi, semuanya berpotensi mempengaruhi ketahanan pangan. Karena itu, sinergi TNI, Bulog, dan pemerintah daerah mutlak diperlukan,” tambahnya.
Kedepannya Kodim 0806/Trenggalek berkomitmen akan terus melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi pangan, baik melalui pendampingan distribusi, patroli pasar, hingga edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga.
Letkol Roy mengajak seluruh elemen, baik masyarakat, pedagang, maupun pemangku kepentingan lain, untuk bersama menjaga ekosistem pangan yang sehat dan adil.
“Pangan bukan hanya soal makan. Pangan adalah soal kemanusiaan, keadilan, dan keamanan nasional,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Gudang Bulog Trenggalek, Yuli Hartanto, menyampaikan bahwa stok beras di gudangnya saat ini dalam kondisi aman. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) berjalan lancar.
“Setiap bulan ada penyaluran beras SPHP ke pasar-pasar tradisional untuk menekan harga. Kami juga mendapat dukungan dari TNI dalam hal distribusi ke wilayah-wilayah terpencil atau rawan akses,” ujar Yuli.(jaz)