Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Was-was Masuki Musim Kemarau, Bulog Trenggalek Pastikan Stok Aman Hingga Beberapa Bulan ke Depan 

Zaki Jazai • Minggu, 20 Juli 2025 | 16:14 WIB
Keadaan gudang Bulog di Karangsoko Trenggalek yang memiliki ketersediaan beras mencapai dua ribu ton
Keadaan gudang Bulog di Karangsoko Trenggalek yang memiliki ketersediaan beras mencapai dua ribu ton

Trenggaleknjenggelek – Di tengah tantangan ekonomi dan ancaman perubahan iklim yang mempengaruhi sektor pertanian nasional, keberadaan cadangan pangan menjadi penopang utama stabilitas sosial. Peran Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai garda depan pengelola stok beras strategis terus diperkuat, termasuk di Kabupaten Trenggalek.

Kepala Gudang Bulog Trenggalek, Yuli Hartanto, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya maksimal menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi beras, sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Menurutnya, hingga pertengahan Juli 2025, stok beras di Gudang Bulog Trenggalek masih dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

"Kami pastikan stok beras masih mencukupi. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu kelangkaan atau kekurangan pasokan. Bulog bekerja keras untuk memastikan kebutuhan pokok ini tersedia secara merata," ujar Yuli dalam keterangannya. 

Bulog Trenggalek tidak hanya menyimpan cadangan, tetapi juga secara aktif mendistribusikan beras ke berbagai titik strategis melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini menyasar pasar-pasar tradisional dan wilayah yang terindikasi mengalami tekanan harga, dengan tujuan menjaga daya beli masyarakat serta menekan laju inflasi.

Menurut Yuli, koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan upaya ini. Salah satunya adalah dengan memperkuat sinergi bersama TNI, khususnya Kodim 0806/Trenggalek. Ia mengapresiasi langkah konkret Kodim yang meninjau langsung gudang beras dan ikut mengawal proses distribusi pangan.

"Kami mengapresiasi kepedulian TNI, khususnya Kodim 0806. Dukungan seperti ini sangat membantu Bulog dalam menjaga kelancaran pasokan dan distribusi beras. Peran TNI sangat strategis, terutama di wilayah-wilayah yang membutuhkan pengawasan ekstra," ungkapnya.

Yuli menyebut, pengawasan distribusi sangat penting dilakukan, tidak hanya untuk mencegah penyimpangan atau penimbunan, tapi juga sebagai bentuk tanggung jawab dalam memastikan beras yang dijual kepada masyarakat sesuai dengan standar harga dan kualitas.

Selain distribusi, Bulog Trenggalek juga terus melakukan pemantauan terhadap dinamika pasar. Data dan informasi dari lapangan menjadi dasar dalam mengambil kebijakan penyaluran, termasuk penyesuaian volume ke titik-titik yang membutuhkan intervensi harga.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Butuh keterlibatan banyak pihak, termasuk pemda, TNI, dan masyarakat itu sendiri. Ketahanan pangan adalah urusan semua pihak,” ujarnya.

Ke depan, Bulog Trenggalek juga mulai menyusun strategi antisipatif menyambut musim kemarau panjang yang diprediksi berdampak pada produksi pertanian lokal. Salah satunya dengan mengoptimalkan penyerapan beras petani sejak dini dan menjaga rotasi stok secara berkala.

Yuli menekankan bahwa pangan adalah kebutuhan dasar yang tak boleh terganggu. Bila pasokan dan harga tidak terkendali, dampaknya bisa merembet pada masalah sosial, bahkan krisis kepercayaan terhadap institusi negara.

“Bulog akan terus menjaga fungsinya sebagai penyangga kebutuhan pokok nasional. Stok kami aman, distribusi kami kawal, dan harga kami jaga tetap stabil. Ini adalah bentuk pengabdian kami untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkas Yuli Hartanto.(jaz) 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Zaki Jazai
#cadangan pangan #perubahan iklim #Bulog