Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Batal Digelar, Pasar Rakyat Trenggalek Ditiadakan Imbas Konflik Antara EO dan PKL

Akhmad Nur Khoiri • Selasa, 22 Juli 2025 | 20:11 WIB
Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugianto.
Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugianto.

Trenggaleknjenggelek – Pemerintah Kabupaten Trenggalek resmi membatalkan penyelenggaraan Pasar Rakyat tahun ini yang semula direncanakan sebagai bagian dari rangkaian Hari Kemerdekaan dan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.

Keputusan ini diambil setelah tidak tercapainya kesepakatan antara pihak Event Organizer (EO) dengan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Trenggalek.

Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugianto, menyampaikan bahwa sejak pagi pukul 08.00 WIB pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama Sekretaris Daerah dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Komindag), serta Dinas Pariwisata.

Dalam rapat tersebut, Bupati Trenggalek telah memutuskan bahwa pasar rakyat untuk tahun ini ditiadakan.

"Sudah jelas tadi keputusannya, baik itu dari pedagang maupun pengusaha UMKM dan juga pihak EO sudah menerima keputusan apapun. Mereka harus bisa menerima karena tidak ada kesepakatan dan tidak ketemu," ujar Mugianto.

Menurutnya, berbagai upaya mediasi sudah difasilitasi, termasuk inisiatif dari pihak DPRD untuk mempertemukan kedua belah pihak.

Namun, tidak ada kompromi yang berhasil dicapai. Situasi ini membuat penyelenggaraan pasar rakyat dinilai tidak memungkinkan dilanjutkan.

Mugianto juga menyoroti kondisi daerah yang tengah menghadapi berbagai keprihatinan, mulai dari bencana alam hingga keterbatasan anggaran daerah.

“Kalau kita melakukan pesta-pesta rakyat yang terlalu wow, sementara jalan-jalan banyak yang rusak, ya tidak elok juga dilihat,” tegasnya.

Meski pasar rakyat dibatalkan, rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek tetap akan berjalan dengan konsep yang lebih sederhana dan efisien.

Meski pasar rakyat dan pentas hiburan seperti live musik ditiadakan, Mugianto memastikan rangkaian peringatan Hari Jadi Trenggalek tetap akan dilangsungkan dengan konsep sederhana dan anggaran yang lebih efisien.

“Kami dari DPRD mengapresiasi langkah Bupati untuk tetap menyelenggarakan kegiatan hari jadi, tapi dengan pembiayaan minimal. Yang penting esensinya tetap jalan tanpa membebani keuangan daerah,” tuturnya.

Adapun aktivitas harian PKL di kawasan Alun-alun Trenggalek tetap diperbolehkan seperti biasa.

“Jualan seperti hari-hari ini tidak ada masalah. Yang ditiadakan hanya pasar rakyat dan kegiatan besar seperti pagelaran musik,” pungkas Mugianto. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#pkl #pemkab #EO #trenggalek