Trenggaleknjenggelek – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek didorong untuk memaksimalkan pemanfaatan alat Early Warning System (EWS) Portable dalam strategi penanggulangan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St Triadi Atmono mengatakan, EWS Portable merupakan salah satu bentuk inovasi teknologi yang dirancang untuk memperkuat sistem deteksi dini bencana, khususnya gempa bumi, di wilayah rawan. Perangkat ini dapat dipindah-pindahkan dengan mudah ke berbagai lokasi, sehingga memberikan fleksibilitas dalam mitigasi berbasis kondisi geografis dan tingkat kerawanan.
“EWS Portable ini menjadi alat penting yang harus dimaksimalkan penggunaannya. Karena dengan alat ini, kita bisa mendeteksi ancaman lebih cepat, mempercepat peringatan dini kepada masyarakat, dan memperkecil potensi korban,” ujar St Triadi Atmono.
Ia menegaskan, kesiapan teknologi harus diimbangi dengan pemahaman personel dan kecepatan respons lapangan. Karena itu, BPBD Trenggalek terus mengintegrasikan pelatihan penggunaan alat ini dalam simulasi dan kegiatan kesiapsiagaan.
“Kami tidak ingin alat ini hanya dipajang sebagai simbol. Harus benar-benar dimanfaatkan sebagai bagian dari sistem tanggap darurat yang hidup,” lanjutnya.
Ajang Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana 2025 menjadi momentum penting bagi BPBD se-Jawa Timur untuk menampilkan inovasi dan kesiapan peralatan. Dalam kegiatan tersebut, BPBD Trenggalek tak hanya memamerkan EWS Portable, tetapi juga aktif dalam diskusi lintas daerah untuk memperkaya strategi penanganan bencana berbasis lokal.
“Kita berharap peralatan seperti ini bukan hanya bermanfaat untuk Trenggalek, tapi bisa direplikasi daerah lain sesuai kebutuhan lapangan,” pungkas Triadi.(jaz)
Editor : Zaki Jazai