Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

714 Pelanggar Lalu Lintas di Trenggalek Didominasi Pelajar

Zaki Jazai • Rabu, 23 Juli 2025 | 20:59 WIB
Pengendara di bawah umur dominasi pelanggaran dalam Operasi Patuh Semeru di Trenggalek.
Pengendara di bawah umur dominasi pelanggaran dalam Operasi Patuh Semeru di Trenggalek.

Trenggaleknjenggelek – Maraknya pelanggaran lalu lintas yang melibatkan pengendara usia pelajar menjadi perhatian serius jajaran Polres Trenggalek. Karena itu polisi harus terus menggencarkan edukasi dan pendekatan ke sekolah-sekolah dalam upaya membangun kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini.

Itu seperti saat berpatroli di sekitar Alun-Alun Trenggalek, petugas Satlantas Polres Trenggalek menyempatkan diri berdialog santai dengan sejumlah pelajar yang sedang beraktivitas. Momen tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan keselamatan berkendara, termasuk larangan mengemudi bagi yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Kasatlantas AKP Sony Suhartanto, menyebutkan bahwa berdasarkan hasil analisis selama tujuh hari pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025, pelanggaran terbanyak dilakukan oleh pengendara di bawah umur.

“Selama tujuh hari, tercatat 714 pelanggaran dilakukan oleh pengendara di bawah umur. Ini menjadi cermin keprihatinan kita bersama. Selain itu, ada juga 47 pelanggaran terkait kelengkapan surat kendaraan, 9 pelanggar tidak menggunakan helm, dan 8 pelanggar melawan arus,” jelas AKP Sony.

Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa pelanggaran lalu lintas oleh pelajar bukan persoalan kecil dan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Ia menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan lingkungan untuk menciptakan budaya tertib lalu lintas.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan generasi muda, Satlantas Polres Trenggalek terus menggencarkan kegiatan edukatif di luar penindakan. Program seperti Police Goes to School, Polisi Sahabat Anak, hingga kegiatan non-formal lain, menurutnya akan terus dimasukkan, bahkan setelah operasi resmi berakhir.

“Kegiatan edukasi akan lebih kita masifkan. Tidak sebatas saat operasi berlangsung saja tetapi juga pasca operasi. Tujuan kita satu. Melindungi dan peduli terhadap anak-anak,” tegas AKP Sony.

Dengan pendekatan yang lebih humanis dan menyentuh langsung dunia pelajar, Polres Trenggalek berharap upaya ini dapat menekan angka pelanggaran lalu lintas dan menciptakan generasi muda yang sadar dan patuh terhadap aturan berkendara.(jaz) 

 

 

 

Editor : Zaki Jazai
#pelanggaran lalu lintas #polres trenggalek #pelajar