Trenggaleknjenggelek – Alun-alun Trenggalek memang kerap disebut sebagai pusat aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) di kota ini. Namun, selain kawasan ikonik tersebut, sejumlah titik lain juga menjadi lokasi favorit para PKL untuk membuka lapak dan menjajakan dagangan mereka.
Salah satunya adalah jalan-jalan protokol seperti Jalan Panglima Sudirman, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Ki Mangun Sarkoro. Di sepanjang ruas jalan ini, warga bisa menjumpai PKL yang menjual berbagai makanan ringan, minuman segar, hingga aksesori dan pakaian murah. Keberadaan mereka kerap menghidupkan suasana jalan pada sore hingga malam hari.
Tak kalah ramai, area sekitar Pasar Pon dan Pasar Basah Sumbergedong juga menjadi spot mangkal para PKL. Mereka memanfaatkan area luar pagar pasar untuk menjajakan barang dagangan mulai dari sayuran segar, buah-buahan, lauk matang, hingga peralatan rumah tangga. Aktivitas mereka biasanya dimulai sejak pagi hari, berbaur dengan geliat pasar tradisional yang padat.
Di kawasan Terminal MPU Surodakan, sejumlah pedagang juga terlihat membuka lapak, terutama pada jam-jam sibuk saat penumpang datang dan pergi.
Pedagang di sini umumnya menjual makanan cepat saji, rokok, hingga perlengkapan perjalanan seperti masker, air minum, dan jas hujan.
“Kalau habis belanja dari Pasar Pon, saya biasa beli minuman atau camilan dari PKL di luar pasar. Harganya terjangkau, dan pilihannya banyak,” ujar Yati, warga Kecamatan Trenggalek.
Meskipun sebagian PKL tidak menempati lokasi tetap dan cenderung berpindah-pindah, kawasan-kawasan tersebut tetap menjadi magnet keramaian. Aktivitas ini tak hanya mendukung perekonomian keluarga para pedagang, tetapi juga menambah warna kehidupan sosial masyarakat kota.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait terus berupaya menata dan menjaga keseimbangan antara aktivitas PKL dan keteraturan ruang kota. Penataan yang tepat diharapkan tetap memberi ruang tumbuh bagi ekonomi kerakyatan tanpa mengorbankan kenyamanan dan estetika kota.(jaz)