Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sekolah Rakyat Trenggalek Terapkan Sistem Boarding School, Kuota Siswa Masih Terbatas

Akhmad Nur Khoiri • Senin, 28 Juli 2025 | 23:53 WIB
Rencana sekolah rakyat di Trenggalek yang akan menempati gedung Disperinaker ditolak pemerintah pusat.
Rencana sekolah rakyat di Trenggalek yang akan menempati gedung Disperinaker ditolak pemerintah pusat.

Trenggaleknjenggelek – Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Trenggalek resmi menerapkan konsep boarding school atau sekolah berasrama mulai tahun ajaran ini.

Program ini dilengkapi fasilitas asrama dan layanan pendidikan gratis bagi siswa, sebagai bagian dari program strategis nasional.

Plt Kepala Dinas Sosial P3A Trenggalek, Christina Ambarwati, menjelaskan konsep tersebut berbeda dari sekolah umum.

“Jadi Sekolah Rakyat ini konsepnya adalah boarding school. Sekolah berasrama, tetapi dengan sistem multi entry dan multi exit. Artinya, setiap anak akan melalui asesmen awal dan bisa saja naik kelas tidak sesuai tahun ajaran biasa,” terangnya, Senin (28/7/2025).

Menurut Christina, asesmen diperlukan karena perkembangan anak tidak selalu sejalan dengan usia.

"Misalnya ada anak usia 8 tahun, tetapi harus masuk kelas 1 karena hasil asesmennya menunjukkan kesiapan di level tersebut,” jelasnya.

Untuk tahun ini, SR Trenggalek hanya membuka kuota terbatas. Tingkat SD menerima 50 siswa dengan tambahan waiting list lima orang, sementara tingkat SMP hanya 25 siswa dengan tiga cadangan.

Meski terbatas, peminatnya cukup tinggi, khususnya untuk SMP.

“Untuk SMP saat ini peminatnya sudah hampir mencapai 40 orang. Yang belum diterima masuk daftar tunggu dan bisa mendaftar lagi di tahun ajaran berikutnya. Sementara ini mereka kami sarankan tetap melanjutkan sekolah di tempat asalnya,” ujar Christina.

Ia menegaskan seluruh lembaga pendidikan di Trenggalek, baik sekolah umum, madrasah, pondok pesantren, maupun panti asuhan, diharapkan mendukung program ini.

“Tujuannya bukan pada pagu sekolah atau bantuan, tetapi menyelesaikan persoalan pendidikan bagi masyarakat miskin,” tegasnya.

Sementara itu, untuk tingkat SMA, Sekolah Rakyat Trenggalek belum membuka pendaftaran tahun ini. Kendalanya terletak pada fasilitas yang belum memadai.

“Tadinya direncanakan tahun ini, tapi Balai Latihan Kerja (BLK) yang akan dipakai belum memenuhi syarat. Masih butuh lima ruang kelas dan laboratorium,” ujarnya.

Meski begitu, Christina menargetkan tahun depan SR Trenggalek dapat menampung hingga 1.000 siswa dari semua jenjang.

“Rencananya SD kelas 1 sampai 6, SMP kelas 1 sampai 3, dan SMA kelas 1 sampai 3. Masing-masing SD dan SMP akan memiliki tiga rombongan belajar (rombel), sedangkan SMA empat rombel,” pungkasnya. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#Sekolah Rakyat #Boarding School #trenggalek