Trenggaleknjenggelek – Penyaluran bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) harus terus mendapat pengawalan agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan sosial di masyarakat. Salah satu bentuk pengawalan itu tampak di Desa Jambu, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (25/7/2025), ketika TNI dan Polri terjun langsung dalam pendistribusian bantuan.
Sebanyak 282 warga kurang mampu menerima bantuan beras dari pemerintah pusat. Proses distribusi dikawal oleh Sertu Syaifudin Kholik, Babinsa Desa Jambu dari Koramil 0806-09/Tugu, bersama Bhabinkamtibmas Polsek Tugu. Mereka memastikan penyaluran berjalan lancar, tertib, dan sampai kepada penerima manfaat yang berhak.
Baca Juga: PESAT Bantah Temuan Batu di Bendungan Bagong sebagai Lava Gunung Wilis
“Kami hadir untuk memastikan bantuan dari pemerintah ini diterima oleh warga yang benar-benar berhak. Sinergitas TNI dan Polri menjadi wujud nyata pelayanan kepada masyarakat,” tegas Sertu Kholik di sela-sela pengawalan.
Kegiatan berlangsung terbuka dan disambut baik oleh masyarakat. Banyak warga mengaku sangat terbantu, terlebih di tengah naiknya harga kebutuhan pokok dan situasi ekonomi yang belum stabil sepenuhnya. Oleh karena itu, transparansi dan pengawalan penyaluran menjadi hal krusial.
Baca Juga: Jembatan Banger Ditutup Total hingga 12 November, Pengguna Jalan Diminta Waspada
Selain menjaga keamanan, kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi langsung kepada warga untuk menjaga ketertiban selama proses distribusi. Mereka turut menjadi penghubung aktif antara pemerintah desa dan masyarakat, menghindari potensi kesalahpahaman atau konflik.
Program CPP merupakan strategi pemerintah pusat untuk meredam potensi kerawanan pangan, terutama bagi kelompok rentan. Namun, di lapangan, peran aparat keamanan dan pendamping sosial menjadi kunci sukses pelaksanaannya.
Baca Juga: PKL Trenggalek Ancam Aksi Massal Usai Event Agustus Dibatalkan Lewat SE Bupati
Komandan Kodim 0806/Trenggalek terus mendorong pendekatan humanis Babinsa di berbagai kegiatan sosial. Ini menjadi bagian dari semangat TNI manunggal dengan rakyat, bahwa kehadiran aparat negara harus memberi rasa aman dan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pengawalan seperti ini diharapkan tak hanya dilakukan saat penyaluran berlangsung, namun menjadi sistem pengawasan berkelanjutan agar program perlindungan sosial benar-benar menjadi jaring pengaman yang kuat di tengah masyarakat pedesaan.(jaz)