Trenggaleknjen Akses jalan alternatif menuju Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, mengalami kerusakan parah akibat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.
Jalan tersebut ambrol hampir separo bahu jalan , mengganggu mobilitas warga dan mengancam keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Kondisi ini dikeluhkan oleh warga sekitar karena hingga saat ini belum ada tanda-tanda pembangunan atau perbaikan dari pihak terkait. Minimnya tanda peringatan dan kurangnya penerangan jalan membuat area tersebut rawan kecelakaan.
"Sering sekali ada pengendara yang terperosok, apalagi malam hari karena gelap dan tidak ada rambu," ujar salah satu warga setempat.
Kepala Desa Prigi, Imam Muslim, turut angkat bicara terkait kondisi ini. Ia mendesak agar pemerintah Kabupaten Trenggalek segera turun tangan dan mengambil langkah cepat untuk menanggulangi kerusakan tersebut.
“Kami berharap Pemkab Trenggalek segera menindaklanjuti kerusakan ini. Jalan alternatif ini sangat vital bagi warga, dan jika dibiarkan berlarut-larut, bisa membahayakan nyawa,” tegas Imam Muslim.
Ia juga menambahkan bahwa kejadian ambrolnya jalan bukan kali pertama terjadi. Kondisi geografis yang rawan longsor dan banjir membuat infrastruktur mudah rusak bila tidak ditangani secara serius dan berkelanjutan.
Warga berharap ada penanganan cepat dalam bentuk perbaikan struktur jalan, pemasangan rambu peringatan, serta lampu penerangan untuk mengurangi risiko kecelakaan, terutama di malam hari.(gun)