Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kemarau Basah Bikin Hujan Deras di Trenggalek, Ternyata Ini Pemicunya

Dharaka R. Perdana • Jumat, 1 Agustus 2025 | 04:02 WIB

Beberapa hari belakangan hujan berbagai intensitas mengguyur wilayah Trenggalek dan berpotensi menimbulkan penyakit dan bencana. (DR PERDANA/RADAR TRENGGALEK)
Beberapa hari belakangan hujan berbagai intensitas mengguyur wilayah Trenggalek dan berpotensi menimbulkan penyakit dan bencana. (DR PERDANA/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEKJENGGELEK – Masyarakat Trenggalek diminta untuk tetap waspada menghadapi potensi hujan yang diperkirakan masih akan terjadi hingga pertengahan Agustus 2025.

Berdasarkan analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih membayangi, terutama kawasan pesisir selatan Trenggalek. 

Meskipun sebenarnya saat ini sedang musim kemarau, namun justru mengarah kemarau basah

Baca Juga: Cuaca Tak Menentu Sebabkan Warga Sakit, Ramuan Rempah Jadi Solusi di Trenggalek

Menurut Andang Kurniawan, prakirawan cuaca dari BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso, Malang, fenomena ini dipicu aktivitas gelombang atmosfer, yakni gelombang Rossby dan gelombang low frequency.

Kedua fenomena atmosfer ini memang tergolong lemah, namun cukup signifikan dalam meningkatkan kelembapan udara di lapisan atmosfer bawah.

Baca Juga: ‎Cuaca Ekstrem Melanda Laut Selatan Trenggalek, Nelayan Prigi Terpaksa Menganggur di Musim Ikan

“Meski kekuatannya tidak terlalu besar, dua gelombang ini mampu memperlambat laju penguapan dan menahan massa uap air di atmosfer. Akibatnya, kelembapan meningkat dan memicu pembentukan awan hujan secara lebih intensif,” jelas Andang.

Dia menambahkan, kondisi atmosfer yang labil ini berpotensi memunculkan hujan deras dalam waktu singkat, terutama pada siang hingga malam hari.

Baca Juga: Cuaca Antariksa Bisa Pengaruhi Aktivitas Manusia di Bumi, BRIN Bilang Begini

Bahkan hingga pertengahan Agustus masih menyimpan potensi hujan. "Bisa dikatakan saat ini bisa disebut kemarau basah," tambahnya.

Kawasan pesisir selatan Trenggalek seperti Kecamatan Watulimo, Munjungan, hingga Panggul menjadi wilayah yang paling rentan terdampak.

Baca Juga: Kue Tradisional yang Cocok Dinikmati Saat Hujan, Warga Trenggalek Punya Banyak Pilihan

Sebaliknya, wilayah perkotaan Trenggalek bisa mengalami kondisi cuaca yang lebih ringan atau bahkan cerah, meskipun awan-awan konvektif dapat tumbuh sewaktu-waktu.

Dengan intensitas hujan yang masih cukup tinggi, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi.

Termasuk di antaranya adalah banjir bandang, tanah longsor, serta angin kencang yang bisa muncul secara tiba-tiba akibat dinamika lokal.

“Wilayah yang berada di lereng perbukitan dan bantaran sungai harus lebih waspada. Pantauan data curah hujan beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan intensitas yang bisa berakumulasi menjadi bencana,” paparnya.

Tidak hanya ancaman bencana alam, kondisi ini juga membuka peluang meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di kawasan permukiman.

Genangan air sisa hujan yang tidak tertangani dengan baik menjadi tempat favorit berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti.

“Kami mengingatkan agar masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan Trenggalek, lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Jangan biarkan ada wadah air terbuka atau selokan yang mampet,” tandas. ****

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#kemarau basah #hujan #bmkg #trenggalek