TRENGGALEKJENGGELEK - Nelayan Prigi Trenggalek kembali menghadapi tantangan berat di tengah musim ikan yang seharusnya menjadi momen panen tangkapan laut.
Cuaca buruk dengan gelombang tinggi dan angin ekstrem membuat aktivitas melaut di pesisir selatan Trenggalek terpaksa dihentikan sementara.
Baca Juga: Nelayan Prigi Trenggalek Ungkap Tips Tak Mabuk Laut saat Musim Ikan, Ternyata Sepele
Musim ikan yang dinanti-nantikan oleh para nelayan Prigi Trenggalek pun terganggu akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat sejak awal pekan ini.
Yoso, seorang warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek mengungkapkan bahwa gelombang setinggi 2,5 meter dan hembusan angin kencang membahayakan perjalanan kapal di perairan selatan Trenggalek.
Baca Juga: Musim Ikan Tiba, Warung di Sekitar PPN Prigi Kebanjiran Pembeli, Omzet Naik 6 Kali Lipat
Menurut dia, nelayan di kawasan Pelabuhan Prigi telah menghentikan aktivitas melaut sejak Senin karena kondisi laut yang tidak memungkinkan.
"Daripada kami memaksakan diri dan menghadapi risiko, lebih baik istirahat sementara," jelasnya Jumat (1/8/2025).
Baca Juga: Fantastis, Duit Rp 8 Miliar Berputar Saat Musim Ikan di Prigi Trenggalek Tiba
Menurut Yoso, nelayan biasanya mengandalkan informasi cuaca dari internet dan pantauan langsung lewat GPS.
Dia menyebut perubahan gelombang sudah terasa sejak Minggu (27/7/2025) dan banyak nelayan yang pulang tanpa membawa hasil. Padahal sekarang sedang musim ikan.
Baca Juga: Musim Ikan di Prigi Trenggalek, Harga di Tingkat Pedagang Anjlok
Kendati demikian, sejak Kamis (31/7/2025) mulai ada nelayan yang kembali melaut dengan hasil yang lumayan.
"Sudah ada yang kembali melaut, namun belum banyak. Makanya banyak perahu yang terparkir di dermaga labuh," tandasnya.
Sekadar diketahui, BMKG memperkirakan saat ini sedang memasuki kemarau basah dan ditandai banyak hujan yang turun.
Namun intensitas hujan tertinggi berada di pesisir selatan Trenggalek. Dan ini bakal terjadi hingga pertengahan Agustus ini.
BMKG pun mengimbau agar masyarakat waspada potensi bencana hidrometeorologi dan merebaknya Demam Berdarah Dengue (DBD). ****
Editor : Dharaka R. Perdana