Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

AKI Trenggalek Tembus 48,66 Kg per Kapita per Tahun, Konsumsi Ikan Laut Tetap Mendominasi

Dharaka R. Perdana • Selasa, 5 Agustus 2025 | 18:39 WIB

 

 

MELIMPAH: Ikan laut segar hasil tangkapan nelayan di PPN Prigi yang siap dipasarkan.
MELIMPAH: Ikan laut segar hasil tangkapan nelayan di PPN Prigi yang siap dipasarkan.

 Trenggaleknjenggelek – Tren konsumsi ikan di Trenggalek terus menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.

Berdasarkan catatan terbaru Dinas Perikanan (Diskan) Trenggalek, angka konsumsi ikan (AKI) pada tahun 2024 mencapai 48,66 kilogram per kapita per tahun.

Capaian ini dinilai cukup tinggi dan menggambarkan semakin menguatnya pola makan berbasis protein laut dan air tawar di kalangan masyarakat Trenggalek.

Kepala Diskan Trenggalek, Cusi Kurniawati, menyebutkan bahwa peningkatan tersebut tidak semata-mata karena tingginya produksi perikanan lokal, tetapi juga ditunjang daya serap pasar dan masyarakat yang terus membaik.

Sehingga tidak dipengaruhi jenis ikan. “Produksi ikan kita terserap dengan cukup optimal, baik di pasar tradisional, warung makan, maupun sektor kuliner modern.

Konsumsi ikan di masyarakat menunjukkan grafik yang naik dari tahun ke tahun,” terang Cusi saat ditemui di kantornya, Senin (4/8).

Menurut dia, salah satu faktor penting yang mendorong kenaikan AKI adalah tersedianya sarana penyimpanan dan pengolahan ikan yang memadai.

Di antaranya cold storage yang mampu menjaga kualitas ikan segar lebih lama, serta keberadaan pabrik fillet ikan patin yang memungkinkan masyarakat mengakses produk olahan setengah jadi dengan lebih praktis.

“Dengan adanya cold storage dan pabrik fillet, masyarakat tidak hanya tergantung pada ketersediaan ikan segar harian di pasar. Ikan bisa disimpan, diolah, dan dikonsumsi dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan. Ini sangat menunjang keberlanjutan konsumsi,” jelas Cusi.

Cusi menambahkan, tren peningkatan AKI juga dipengaruhi oleh semakin banyaknya bentuk diversifikasi produk olahan berbasis ikan.

Produk-produk ini banyak diproduksi oleh industri rumah tangga hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Rumah makan, warung tradisional, restoran, hingga jasa katering kini kian variatif dalam menyajikan menu ikan.

Bahkan tidak sedikit sekolah atau instansi yang mulai mengadopsi menu berbasis ikan sebagai bagian dari pola makan sehat,” imbuhnya.

Selain untuk konsumsi lokal, sebagian produk olahan tersebut telah merambah pasar luar daerah bahkan ekspor dalam skala kecil, terutama untuk produk-produk kering dan tahan lama.

Meskipun sektor budidaya ikan air tawar terus berkembang, data Diskan menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat masih didominasi ikan laut.

Namun begitu, pihaknya tetap mendorong pengembangan perikanan air tawar, terutama di daerah pedalaman yang tidak memiliki akses langsung ke pesisir.

“Ikan laut seperti tongkol, tuna, dan cakalang masih menjadi primadona bahkan bisa mencapai 80 persen, dan sisanya air tawar. Kami optimistis pada tahun ini terus meningkat,” tandasnya. (*/rka)

 

Editor : Amalia Rizky Indah Permadani
#angka konsumsi ikan #ikan laut #aki #trenggalek