Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kondisi Agropark Trenggalek Konsep Menyimpang, Perlu Evaluasi Total

Zaki Jazai • Rabu, 6 Agustus 2025 | 00:13 WIB
Kondisi agro park trenggalek yang kini memprihatinkan
Kondisi agro park trenggalek yang kini memprihatinkan

Trenggaleknjenggelek- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek harus melakukan perbaikan terhadap berbagai program yang telah mereka lakukan. Pasalnya, saat ini berbagai program tersebut amburadul dan tanpa konsep yang jelas. Hal tersebut seperti yang terlihat di kawasan Agro Park Trenggalek.

Sebab Saat ini kondisi Agro Park yang sudah jauh menyimpang dari konsep awal sebagai kawasan pertanian terpadu. Menurutnya, pengelolaan Agropark saat ini lebih menyerupai destinasi wisata tanpa arah yang jelas, dengan kontribusi pendapatan yang tidak signifikan bagi daerah. Padahal saat ini Trenggalek perlu berbagai terobosan untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah dana transfer dari pemerintah pusat yang berkurang.

“Dulu ini berdasarkan laporan yang kami dapat konsepnya pertanian terpadu, sekarang malah jadi seperti tempat wisata atau taman yang konsepnya tidak jelas,” ungkap Murkam usai melakukan peninjauan lapangan, Selasa (5/8/2025).

 Baca Juga: AKI Trenggalek Tembus 48,66 Kg per Kapita per Tahun, Konsumsi Ikan Laut Tetap Mendominasi

Menurut catatannya, saat ini pemanfaatan aset di kawasan Agropark belum optimal. Sebab di kawasan parkir ada dua warung yang disebut-sebut membayar retribusi ke Pemkab, namun belum diketahui sejauh mana akuntabilitas dan transparansinya. Belum lagi, persoalan tumpang tindih pengelolaan internal di Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) di kawasan tersebut.

“Semua bidang di Dispertapan mengelola dengan pos masing-masing, padahal idealnya perlu ada satu sistem terpadu agar tidak tumpang tindih dan bisa efisien,” tambahnya.

 Baca Juga: Kemendagri Dinilai Lamban dalam Merampungkan Sengketa 16 Pulau Antara Trenggalek dan Tulungagung

Dari sisi peternakan di lokasi tersebut, hasil pengecekan langsung ke lapangan menunjukkan bahwa jumlah hewan ternak yang ada sangat terbatas. Sebab hanya terdapat lima ekor kambing jenis kontes, empat domba, empat kambing lokal, dan tiga ekor sapi PO. Semua dalam kondisi seakan tidak terawat sebab terlihat kurus.

“Karena itu kami sangat menyesalkan kondisi ini, sebab ada kemungkinan jika hewan-hewan itu dipelihara masyarakat pasti akan gemuk,” katanya.

Hal tersebut dimungkinkan karena edukasi ke pengelola atau petugas yang ada nyaris tidak ada. Seharusnya kawasan Agro Park bisa dimanfaatkan dengan baik jika tidak bisa mendapatkan PAD. Sebab dengan kondisi yang ada seharusnya minimal punya fungsi edukatif terhadap masyarakat tentang cara bertani, atau beternak yang efisien dan modern. Tapi sekarang dua-duanya tidak ada hasilnya.

 Baca Juga: Kemarau Basah Picu Kelembaban Tinggi, Petani Trenggalek Perlu Waspadai Hama Jamur

Karena itu, di tengah turunnya dana transfer dan realisasi PAD yang minim, wakil rakyat mendorong Pemkab untuk mengevaluasi total pengelolaan Agro Park, termasuk mempertimbangkan kemungkinan kerjasama dengan pihak ketiga yang berpengalaman di sektor pertanian dan wisata edukatif.

“Kalau mau serius, cari sumber pendanaan lain dan memaksimalkan potensi yang ada. Tapi kalau hanya dibiarkan begini terus, lebih baik dikembalikan ke konsep awal atau dikerjasamakan dengan pihak ketiga yang profesional,” politisi asal PKB ini.(jaz)

 

PANIK: Sebuah boat yang karam dan terbalik di perairan Sanur Selasa, 5 Agustus 2025
PANIK: Sebuah boat yang karam dan terbalik di perairan Sanur Selasa, 5 Agustus 2025
Editor : Zaki Jazai
#dprd trenggalek #pad #Agro Park