Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Pemberian Bantuan Guru Ngaji di Trenggalek Harus Berdasarkan Survei dan Pengabdian dengan Data yang Valid

Zaki Jazai • Kamis, 7 Agustus 2025 | 00:59 WIB
Wakil Bupati Trenggalek, Syah M. Natanegara didampingi Ketua Baznas Mahsun Ismail dan Kepala Kankemenag Trenggalek memberikan bantuan kepada guru ngaji dan madin.
Wakil Bupati Trenggalek, Syah M. Natanegara didampingi Ketua Baznas Mahsun Ismail dan Kepala Kankemenag Trenggalek memberikan bantuan kepada guru ngaji dan madin.

Trenggaleknjenggelek – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek terus berkomitmen tidak sembarangan dalam pemberian bantuan kepada guru ngaji dan madrasah diniyah (madin). Pasalnya, hal tersebut perlu dilakukan secara cermat dan selektif. Ini ditegaskan dalam penyerahan bantuan oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah M. Natanegara, kepada 22 guru penerima manfaat dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Trenggalek pada Selasa (5/8/2025).

Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp500 ribu, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka yang selama ini mengabdi dengan honor sangat minim, bahkan hanya sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per bulan.

"Bantuan ini kami serahkan sebagai bentuk dukungan kepada guru-guru yang telah mengabdi bertahun-tahun,” ujar Wabup Syah di sela-sela kunjungan dan penyerahan bantuan di Kecamatan Watulimo.

Namun ke depan, pemkab berharap pemberian bantuan tersebut harus berdasarkan data valid, hasil survei lapangan, dan riwayat pengabdian yang jelas. Sehingga, seleksi ketat perlu dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan tidak diberikan secara asal.

"Setelah kondisi fiskal daerah membaik, kami akan dorong afirmasi lebih luas, terutama kepada guru-guru TPA dan madin yang belum tercover bantuan manapun. Tapi tetap, harus berdasarkan survei dan pendataan yang akurat," imbuhnya.

Sementara itu Ketua BAZNAS Trenggalek, Mahsun Ismail, menyampaikan bahwa inisiasi bantuan berasal dari koordinasi dengan Kantor Kemenag. Namun, pihaknya tetap menekankan pentingnya seleksi berdasarkan data pengabdian.

"Kami tidak bisa memberikan kepada semua guru sekaligus. Yang kita bantu adalah mereka yang sudah sekian tahun mengajar, kita seleksi dan verifikasi dari laporan yang masuk," jelasnya.

Dari bantuan yang disalurkan kali ini, guru-guru dari MI 1 dan MI 2 Prigi masing-masing menerima alokasi bantuan secara bertahap. Mahsun juga menyampaikan harapan agar bantuan ini menjadi penyemangat para guru ngaji dan madin dalam mendidik anak-anak bangsa secara lebih ikhlas dan istiqamah.

Usai penyerahan bantuan, Wakil Bupati bersama rombongan juga melakukan survei lokasi untuk kegiatan Kemah Kanwil Kemenag Jawa Timur di wilayah Kecamatan Watulimo. Rombongan berangkat dari kediaman wakil bupati menggunakan kendaraan roda dua sebagai bagian dari kunjungan kerja lapangan.(jaz)

 

Editor : Zaki Jazai
#bantuan #wakil bupati trenggalek #guru ngaji