Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

BPBD Trenggalek Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Kekeringan Saat Kemarau Basah

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 8 Agustus 2025 | 02:28 WIB
BPBD Trenggalek Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Kekeringan
BPBD Trenggalek Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Kekeringan

Trenggaleknjenggelek – Menghadapi dampak musim kemarau basah yang masih berlangsung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan ketersediaan air tetap aman, terutama di daerah rawan kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St Triadi Atmono, menyebut koordinasi dilakukan secara intensif bersama TNI dan Polri. 

Langkah ini sebagai respons atas prakiraan cuaca dari BMKG yang menunjukkan musim kemarau basah masih terjadi hingga awal Agustus.

“Sebagaimana prakiraan BMKG memang sampai saat ini masih terjadi musim kemarau basah. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Trenggalek selalu koordinasi guna menganalisis ketersediaan,” ujar Triadi, Selasa (5/8/2025).

Menurutnya, bantuan logistik dari BPBD Provinsi Jawa Timur telah disiapkan dan akan segera disalurkan, salah satunya berupa tandon air yang ditujukan untuk desa-desa yang rentan terdampak.

Selain dukungan tersebut, pihaknya juga mendorong dinas teknis terkait untuk segera memeriksa sarana irigasi serta mengambil tindakan konkret dalam optimalisasi aliran air ke lahan pertanian.

“Di samping itu beberapa tahun yang lalu sudah dioptimalkan seperti sumur bor. Ini di beberapa tempat tentunya, kurang lebih hampir 30-an sekian totalnya, dan itu bisa untuk menanggulangi kekeringan,” jelasnya.

Triadi menambahkan, berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, sebanyak 72 desa di 14 kecamatan mengalami kekeringan, dengan Kecamatan Panggul sebagai wilayah paling terdampak karena memiliki jumlah desa terbanyak yang mengalami krisis air.

“Dan ini sudah kita upayakan paling tidak mensiagakan termasuk mobilisasi manakala nanti berkaitan dengan pengiriman logistik saat kekeringan,” imbuhnya.

Meski demikian, ia berharap tahun ini tidak terjadi permintaan distribusi air bersih secara darurat.

Hal itu seiring dengan prediksi BMKG yang menyebut kemarau 2025 berlangsung lebih pendek dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah semoga tidak terjadi permintaan untuk pengiriman pendistribusian air bersih. Karena memang kalau berdasarkan prakiraan dari BMKG sampai dengan saat ini musim kemarau sangat pendek,” ujarnya.

Triadi menegaskan bahwa puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus, sebagaimana tercantum dalam laporan cuaca dari BMKG. (kho)

Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) saat menerima sepatu dan bola DBL sebagai simbol dimulainya perhelatan Honda DBL with Kopi Good Day 2025 di kantor Gubernuran, 7 Agustus 2025
Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) saat menerima sepatu dan bola DBL sebagai simbol dimulainya perhelatan Honda DBL with Kopi Good Day 2025 di kantor Gubernuran, 7 Agustus 2025
Gubernur Bali Wayan Koster  (tengah) saat menerima penyerahan  bola dan sepatu DBL 2025  oleh Wakil Direktur DBL Indonesia Donny Rahardian dan Rosihan Anwar, panitia lokal.
Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) saat menerima penyerahan bola dan sepatu DBL 2025 oleh Wakil Direktur DBL Indonesia Donny Rahardian dan Rosihan Anwar, panitia lokal.
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#bpbd #kekeringan #kemarau basah #trenggalek