Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Jukir di Trenggalek Harus Tingkatkan Pelayanan, Demi Dongkrak PAD Parkir pada 2025

Zaki Jazai • Senin, 11 Agustus 2025 | 20:06 WIB
Jukir di Trenggalek memberi jalan pengguna motor untuk menyebrang
Jukir di Trenggalek memberi jalan pengguna motor untuk menyebrang

Trenggaleknjenggelek — Kinerja sektor parkir di Bumi Menak Sopal pada tahun 2024 mencatatkan capaian yang cukup baik dengan total Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp 38,4 miliar. Namun, pemerintah kabupaten (Pemkab) menilai masih banyak potensi yang belum tergarap maksimal, terutama pada sektor parkir tidak berlangganan yang bergantung pada jasa juru parkir (jukir).

Kepala Seksi Manajemen, Rekayasa Lalu Lintas, dan Perparkiran Dinas Perhubungan Trenggalek, Hendra Sanggara, menegaskan perlunya peningkatan kinerja para jukir dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Jukir harus lebih sigap, terutama dalam menangani kendaraan berplat luar Trenggalek yang parkir di lokasi-lokasi strategis. Mereka bisa jadi sumber potensi pendapatan yang selama ini kurang tergarap," ujarnya. 

Data Dishub menyebutkan, dari target penerimaan parkir non-berlangganan sebesar Rp 206 juta, realisasi baru mencapai Rp 134 juta. Menurut Hendra, rendahnya capaian tersebut disebabkan masih banyaknya masyarakat yang memarkir kendaraan di lokasi gratis, serta kurangnya kesiapan jukir dalam menarik retribusi secara tertib.

"Saat ini jumlah jukir resmi hanya 21 orang. Dengan kondisi wilayah dan titik-titik parkir yang tersebar luas, tentu jumlah ini masih belum ideal," jelasnya.

Di sisi lain, parkir berlangganan yang diberlakukan bagi kendaraan milik instansi pemerintahan mampu melampaui target. Realisasinya mencapai Rp 4,9 miliar dari target awal Rp 4,4 miliar, terutama didorong kontribusi kendaraan roda empat. Namun, kendaraan roda dua justru mengalami penurunan akibat minimnya pembaruan langganan dan mutasi kendaraan.

Hendra menambahkan, perbaikan layanan parkir menjadi kunci untuk meningkatkan PAD.

Evaluasi sistem pengawasan serta penempatan jukir akan menjadi fokus ke depan. Pemerintah berharap sektor parkir dapat menjadi salah satu penyumbang utama pendapatan daerah dengan tetap mengedepankan pelayanan yang baik dan transparan bagi masyarakat.

"Kami akan terus mendorong profesionalisme jukir agar memberikan pelayanan yang tidak hanya tertib, tapi juga ramah dan informatif. Dengan begitu, masyarakat merasa nyaman dan PAD pun meningkat," tandasnya.(jaz)

 

 

Editor : Zaki Jazai
#parkir #trenggalek #pendapat asli daerah