Trenggaleknjenggelek – Pengguna jalan yang melintas di jalur utama Trenggalek–Ponorogo diminta meningkatkan kewaspadaan. Sebab, ruas jalan di KM 15 hingga KM 18 yang berada di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, masuk dalam zona rawan bencana tanah longsor.
Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) telah memasang spanduk imbauan di titik tersebut, baik dari arah Trenggalek maupun Ponorogo, pada Kamis (14/8/2025). Langkah ini dilakukan untuk mengingatkan para pengendara agar lebih berhati-hati, terlebih saat cuaca tidak menentu.
“Kami pasang di dua sisi jalur nasional, sehingga pengguna jalan yang melintas bisa membaca imbauan dan meningkatkan kewaspadaan,” jelas Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto.
Baca Juga: Bukan Alumni Seni Tapi Berhasil Desain Logo Hari Jadi Trenggalek ke-831
AKP Sony menjelaskan, beberapa hari terakhir sejumlah wilayah di Kabupaten Trenggalek masih diguyur hujan dengan intensitas rendah hingga sedang. Berdasarkan prediksi BMKG, curah hujan bulanan di Trenggalek berada pada kisaran 51–300 milimeter, sehingga potensi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor tetap ada.
“Belum lama ini, longsor masih terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur, bahkan sampai memutus jalur Malang–Lumajang via Piket Nol. Dampaknya, mobilitas masyarakat terganggu,” ujarnya.
Baca Juga: Diskon hingga 75 Persen, Pemkab Trenggalek Pangkas Retribusi Pasar
Pemasangan spanduk ini, lanjut AKP Sony, merupakan langkah mitigasi dan pencegahan agar potensi bencana di jalur rawan tersebut bisa diantisipasi lebih awal.
“Harapan kita semua tentu tidak terjadi bencana alam di Trenggalek. Namun, antisipasi tetap perlu dilakukan agar bisa terhindar dari risiko sekecil apa pun,” pungkasnya.(jaz)