Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Wereng Coklat Serang Sawah Trenggalek, 10 Hektare Puso dalam Hitungan Hari

Akhmad Nur Khoiri • Rabu, 20 Agustus 2025 | 02:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto mendukung langkah PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan kereta khusus bagi petani dan pedagang, yang akan diluncurkan bulan ini.
Presiden Prabowo Subianto mendukung langkah PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan kereta khusus bagi petani dan pedagang, yang akan diluncurkan bulan ini.

Trenggaleknjenggelek – Hama wereng coklat kembali menyerang lahan padi milik petani di Trenggalek.

Dalam tempo singkat, serangan hama ini membuat tanaman padi yang semula hijau berubah kering dan gosong.

Sedikitnya 10 hektare sawah dilaporkan puso atau gagal panen total.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek, Imam Nurhadi, menjelaskan pesatnya perkembangan hama wereng coklat terjadi terutama di musim kemarau basah seperti saat ini.

"Satu induk wereng bisa menghasilkan 200 hingga 900 telur, dan dalam cuaca yang mendukung, hampir semua menetas. Begitu populasinya meledak, padi bisa mati dalam 2–3 hari,” ujarnya.

Kondisi malam yang lembap akibat hujan disusul teriknya matahari siang hari disebut menjadi pemicu utama ledakan populasi.

Dalam waktu singkat, jumlah wereng di satu rumpun padi bisa mencapai ribuan ekor.

“Begitu jumlahnya di satu rumpun padi lebih dari 200 ekor, habislah tanaman itu. Mereka mengisap cairan batang hingga tanaman kering,” jelas Imam.

Serangan hama wereng coklat saat ini hampir merata di seluruh kecamatan, termasuk Gandusari, Kampak, dan terparah di wilayah Durenan.

Baik padi yang masih muda maupun yang sudah siap panen sama-sama berisiko terserang.

“Kalau penanganannya sudah telat, tidak ada obatnya. Panen bisa gagal total,” kata Imam.

Sebagai langkah darurat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyalurkan lebih dari 1 ton pestisida gratis untuk mendukung gerakan pengendalian hama (Gerdal) serentak di Trenggalek.

Meski demikian, keberhasilan pengendalian sangat bergantung pada kedisiplinan petani.

“Ada yang saat tim datang, petaninya tidak ada. Dua hari kemudian, lahannya sudah gosong semua. Ini tidak bisa ditunda,” tegas Imam.

Imam juga mengimbau petani rutin memeriksa batang padi bagian bawah, lokasi favorit wereng bersembunyi.

Jika ditemukan lebih dari 20 ekor per rumpun, penggunaan pestisida kimia wajib segera dilakukan.

“Kalau jumlahnya masih sedikit, bisa pakai organik. Tapi kalau sudah ratusan, tidak ada pilihan lain selain kimia,” pungkasnya. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#petani #Wereng #trenggalek #puso