Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Durenan Endemis Wereng di Trenggalek, Petani Diminta Terapkan Tanam Serempak

Zaki Jazai • Senin, 25 Agustus 2025 | 20:33 WIB

 

Petani sedang memanen padi di hamparan sawah yang menguning guna untuk dijual
Petani sedang memanen padi di hamparan sawah yang menguning guna untuk dijual

Trenggaleknjenggelek – Wilayah Kecamatan Durenan, Trenggalek daerah yang terparah terjadi hama wereng tampaknya bukan hal yang baru lagi. Pasalnya jika hama tersebut menyerang, hamper dipastikan wilayah kecamatan timur di Trenggalek tersebut juga terkena serangan parah.

Sehingga saat ini, ancaman gagal panen terus menghantui petani padi di Kecamatan Durenan. Wilayah ini sejak lama dikenal sebagai daerah endemis hama wereng.

Luasan sawah yang mencapai 1.382 hektar menjadi rentan terserang, terutama ketika pola tanam tidak dilakukan serempak. Sehingga bahwa setiap tahun serangan wereng selalu ditemukan meski dalam skala berbeda.

Hal tersebut terjadi lantaran siklus perkembangbiakan wereng tersebut sulit diputus. Hama wereng berpindah dari satu lahan ke lahan lain, apalagi kalau pola tanam tidak serentak.

“Di sini (Kecamatan Durenan, red) ada desa yang bahkan menanam padi sampai tiga kali dalam setahun, itu memudahkan hama untuk terus bertahan,” jelas seorang penyuluh pertanian di Kecamatan Durenan, Mulyadi.

Penanggulangan untuk hama tersebut tidak cukup hanya dengan penyemprotan pestisida. Sebab, penggunaan pestisida berlebihan justru dapat menimbulkan resistensi hama. Hal tersebut membuat hama kebal pestisida tersebut.

Sehingga perlu gerakan serenpak untuk mengatasinya.

“Kami tidak bosan mengingatkan, jangan asal semprot. Kalau ada tanda serangan, laporkan agar bisa segera dilakukan gerakan pengendalian bersama. Tapi yang paling penting adalah menanam serempak, supaya siklus hama bisa diputus,” tegasnya.

Ditambahkan, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Trenggalek juga telah rutin memberikan penyuluhan kepada petani agar lebih disiplin dalam mengatur waktu tanam dan mengurangi pola tanam berulang dalam satu tahun. Gerakan kolektif dianggap menjadi kunci agar serangan wereng tidak terus meluas.

Dari siti diharapkan para petani di Durenan, tidak menganggap remeh keberadaan hama tersebut. Sehingga harus segera lapor petugas jika mengetahui ada serangan.

Sebab jika penanggulangan tidak segera dilakukan secara kompak, ancaman kerugian panen bisa menjadi nyata.

“Hama ini tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. Harus ada kesadaran bersama, baru hasil panen bisa aman,” pungkas Mulyadi.(jaz)

 

 

Editor : Zaki Jazai
#Wereng #kecamatan durenan #Gerakan Serentak