Trenggaleknjenggelek – Aksi unjuk rasa yang digelar ratusan siswa SMAN 1 Kampak Trenggalek pada Selasa (26/8/2025) terkait tuntutan transparansi dana komite, diakui Kepala Sekolah Bahtiar Kholili sebagai hal yang cukup mengejutkan. Pasalnya, pihak sekolah tidak menduga sebelumnya bahwa persoalan pengelolaan anggaran bisa memantik aksi terbuka di halaman sekolah.
Bahtiar menjelaskan, apa yang disuarakan para siswa sejatinya lebih banyak berkaitan dengan komite sekolah. Namun, menurutnya, komite resmi sebagai mitra sekolah belum sempat hadir karena undangan pertemuan mendadak.
“Kami sudah berkomunikasi dengan komite, dan insya allah dalam pertemuan bersama wali murid nanti akan dibahas lebih terbuka. Jadi bukan berarti komite lepas tangan,” ujar Bahtiar.
Ia menegaskan, selama ini sumbangan yang dihimpun dari wali murid bersifat sukarela dengan peruntukan yang jelas. Dana tersebut terbagi dalam beberapa pos, antara lain sumbangan peningkatan mutu pendidikan, amal jariyah, dan tabarrot (pembangunan musala).
Hingga Juli 2025, jumlah akumulasi dana peningkatan mutu pendidikan yang tercatat sekitar Rp 172 juta dan disimpan di rekening bank.
“Dana itu tidak dikelola secara pribadi, melainkan tersimpan di bank dan penggunaannya untuk peningkatan mutu serta kebutuhan operasional bersama siswa. Misalnya ujian semester, kegiatan belajar mengajar, maupun fasilitas sekolah seperti kamar mandi, paving, hingga tempat parkir,” paparnya.
Terkait tudingan siswa bahwa dana komite tidak pernah dirasakan dalam kegiatan lomba, Bahtiar memberikan penjelasan. Menurutnya, sekolah selalu mendukung lomba yang bersifat struktural, seperti FLS2N, dengan biaya ditanggung dari dana komite.
Namun untuk lomba non-struktural yang diajukan langsung oleh klub siswa ke pihak luar, dukungan yang diberikan berupa administratif, bukan finansial.
“Kalau lomba resmi yang memang terstruktur, sekolah menanggung biaya. Tapi kalau lomba yang diikuti secara mandiri, biasanya kami hanya mendukung administrasi. Mungkin di sini terjadi miskomunikasi dengan anak-anak,” tambahnya.
Bahtiar berharap aksi siswa tersebut bisa menjadi ruang klarifikasi, sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman soal penggunaan dana.
“Kami terbuka, dan siap menjelaskan secara detail dalam forum bersama orang tua siswa maupun komite resmi. Intinya, dana yang dihimpun dipergunakan untuk kepentingan sekolah dan siswa, bukan untuk pribadi siapapun,” tegasnya.(Jaz)