Trenggaleknjenggelek – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) tidak tinggal diam terkait peristiwa yang terjadi di SMAN 1 Kampak. Pasalnya memastikan akan memanggil kepala sekolah untuk mengklarifikasi aksi demonstrasi siswa pada yang terjadi Selasa (26/8/2025) pagi tersebut.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa pemprov tidak akan tinggal diam terkait aksi siswa di SMAN 1 Kampak. Sehingga akan mengambil langkah sebagai respons atas tuntutan pelajar terkait transparansi dana sekolah, dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP), hingga kewajiban iuran yang memberatkan.
“Apapun alasannya dana PIP harus sampai ke siswa sepenuhnya tanpa ada potongan. Jadi kami tekankan satu sen pun tidak boleh ada yang dipotong, harus nyampe ke tangan siswa,” ujar Emil kepada Trenggaleknjenggelek ketika berkunjung ke Pendapa Manggala Praja Nugraha, Rabu (27/8/2025).
Menurut Emil, alasan sekolah menahan pencairan dengan dalih kebutuhan tertentu tidak bisa dibenarkan. Sebab pengelolaan dana harus dilakukan secara transparan, bahkan bila perlu dilaporkan langsung kepada orang tua siswa. Selain itu, Emil menyoroti praktik pungutan yang dikaitkan dengan sumbangan komite sekolah.
Ia menegaskan bahwa sumbangan tidak boleh dipaksakan dan harus diputuskan melalui rapat resmi.
“Tidak boleh ada yang merasa terpaksa. Saya tahu ini belum sempurna karena ada dasar aturan untuk menggalang sumbangan komite, tetapi ini harus dikelola penuh hati-hati,” jelasnya.
Emil juga melarang sekolah melakukan pengucilan terhadap siswa yang tidak mampu membayar sumbangan. Ia meminta fasilitas perpustakaan diperkuat agar pelajar tidak terbebani membeli buku paket.
Lebih jauh, Emil menekankan buku tabungan rekening PIP tidak boleh ditahan pihak sekolah. Ia menduga kasus serupa bisa saja terjadi di sekolah lain sehingga perlu pengawasan ketat.
“Rencana pemanggilan kepala sekolah sudah pasti, dan semoga saja hal seperti ini tidak terjadi di sekolah lainnya,” tegas mantan Bupati Trenggalek ini.
Seperti diberitakan Suasana berbeda terlihat di halaman SMAN 1 Kampak sejak pagi sekitar pukul 07.00 selasa (26/8/2025). Pasalnya, ratusan siswa sekolah yang berada di, Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak yang seharusnya melakukan kegiatan belajar dalam jaringan (Daring) karena para guru melaksanakan rapat, malah melakukan aksi unjuk rasa.
Mereka menyuarakan keresahan terkait pengelolaan dana komite dan sumbangan wali murid yang dinilai tidak transparan.
Berdasarkan pantauan Trenggaleknjenggelek di lokasi, terlihat sekitar 200 siswa dari jumlah siswa keseluruhan sebanyak 385 anak tersebut melakukan aksi. Mereka kompak dengan mengenakan kaos atau baju hitam dan celana abu-abu khas SMA menuju ke halaman sekolah.
Setibanya di halaman sekolah mereka sambal membawa spandung, dan menyuarakan tuntutan yang intinya protes dari bentuk kekecewaan mendalam terhadap sistem pengelolaan dana di sekolah.(jaz)