Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Mas Ipin Launching Trans Trenggalek, Layani Rute Stasiun Tulungagung–Pasar Pon

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 29 Agustus 2025 | 03:30 WIB
Transportasi Trans Trenggalek dengan rute Stasiun Tulungagung–Pasar Pon Trenggalek
Transportasi Trans Trenggalek dengan rute Stasiun Tulungagung–Pasar Pon Trenggalek

Trenggaleknjenggelek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, meluncurkan layanan transportasi Trans Trenggalek dengan rute Stasiun Tulungagung–Pasar Pon Trenggalek, Rabu (27/8/2025).

Selain itu, ia juga memperkenalkan Atraktif Tour Bus yang melayani perjalanan keliling kota hingga kawasan wisata Watulimo dan Panggul.

Dalam sambutannya, bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu menyebutkan layanan baru ini masih dalam tahap uji coba.

“Ini uji coba pertama, saya sama polisi-polisi cilik ini mau keliling kota. Jadi sebenarnya niatnya ada komuter di kota, komuter di Watulimo dan Panggul yang bisa mengkonekkan tempat wisata, sentra ekonomi, sentra pelayanan publik, termasuk jaringan sekolah-sekolah,” ujar Mas Ipin.

Menurutnya, uji coba dilakukan selama satu bulan untuk melihat kebutuhan dan respon masyarakat terhadap rute dan jam keberangkatan.

“Kita ingin tahu rute mana yang dikehendaki masyarakat. Tidak apa-apa kirim DM ke Radar Dishub, tolong dong berhenti di sekitar lokasi sini. Karena kita niatnya ingin membawa trafik. Mungkin Pasar Pon ingin kita wacanakan jadi tempat parkir gratis, supaya orang bisa titip kendaraan lalu naik Tour Bus keliling kota,” jelasnya.

Mas Ipin menekankan bahwa sistem transportasi ini menggunakan skema buy the service, di mana pemerintah tetap membayar biaya operasional per kilometer agar layanan berjalan konsisten, meski jumlah penumpang sedikit.

“Jadi ada, tidak ada penumpang tetap jalan agar masyarakat tahu ada kendaraan reliable. Tidak ditunggui, setelah itu telat atau tidak jadi berangkat. Ini yang tidak kita harapkan, makanya ini uji coba sambil ingin tahu trafiknya berapa,” tegasnya.

Selain mendukung mobilitas, ia berharap keberadaan Trans Trenggalek juga menghidupkan ekonomi lokal.

“Contoh, kalau sudah tahu ada keberangkatan pagi, harapan saya di Pasar Pon orang mulai berjualan jajanan-jajanan basah buat bisa dibawa. Atau sarapan untuk siswa-siswa yang berangkat sekolah. Dengan begitu Pasar Pon harapannya bisa ramai lagi,” ungkapnya.

Mas Ipin menambahkan, rute wajib layanan ini meliputi Stasiun Tulungagung–Pasar Pon, Pasar Pon–Watulimo, serta Pasar Pon–Panggul.

Atraktif Tour Bus akan beroperasi di Kota Trenggalek, Watulimo, hingga Panggul, termasuk jalur wisata.

“Jadi orang kalau mau berwisata ke Trenggalek, besok naik kereta dari Surabaya, sudah tidak usah mikir mobil lagi. Dari stasiun ada Trans Trenggalek, dari Pasar Pon ada Atraktif Bus keliling kota, lalu ke Watulimo ada Cikar, di sana ada Tour Bus yang berhenti di semua destinasi. Ini trial satu bulan, semoga respon masyarakat bagus supaya bisa kita lanjutkan,” terangnya.

Mas Ipin juga mengajak masyarakat ikut mencoba dan memberi masukan.

“Ayo datang, ayo coba. Nanti kasih masukan yang masuk akal, terkait tarif, terkait rute, biar kita bisa ngasih pelayanan yang bagus,” tandasnya.

Sementara itu, Agus Dwi Karyanto, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Trenggalek, menyebut konsep Trans Trenggalek merupakan bagian dari survei minat masyarakat.

“Konsep ini dalam rangka survey dimen masyarakat, terkait bagaimana penilaian masyarakat terhadap ketersediaan transportasi dari Trenggalek menuju Stasiun Tulungagung,” ujarnya.

Menurutnya, ketiadaan transportasi publik reguler antara Trenggalek dan stasiun menjadi alasan utama uji coba ini.

“Mengingat selama ini masyarakat Trenggalek belum punya kepastian transportasi dari dan ke stasiun. Maka di momen Hari Jadi ini kita melakukan survei, untuk mengukur seberapa besar minat masyarakat,” imbuh Agus.

Agus menambahkan, evaluasi akan dilakukan di akhir 2025 untuk merumuskan penyediaan layanan transportasi definitif pada 2026.

“Dalam mendukung kota atraktif, kita juga sediakan Bus Komuter yang beroperasi pagi, sore, dan malam untuk keliling kota. Alhamdulillah, dalam launching ini ada ketertarikan dari lembaga PAUD Bayangkari dan juga Lebah untuk mencoba. Ini tetap kita survey, bagaimana minat masyarakat,” tutupnya. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#mas ipin #trenggalek #Trans