Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Prasasti Kampak Dinilai Tak Tepat Jadi Patokan Hari Jadi Trenggalek

Zaki Jazai • Minggu, 31 Agustus 2025 | 14:05 WIB

Prasasti Kamulan sebagai tanda awal sejarah hari jadi Trenggalek.
Prasasti Kamulan sebagai tanda awal sejarah hari jadi Trenggalek.

Trenggaleknjenggelek – Perdebatan mengenai penentuan hari jadi Kabupaten Trenggalek kembali mencuat. Kali ini sorotan tertuju pada Prasasti Kampak, yang selama ini kerap disebut-sebut sebagai salah satu dasar pijakan sejarah. Ketua Pegiat Sejarah Trenggalek (Pesat), Harmaji, menegaskan bahwa prasasti tersebut tidak tepat dijadikan rujukan resmi hari jadi Trenggalek.

Menurut Harmaji, hasil kajian para ahli menunjukkan bahwa isi Prasasti Kampak sama sekali tidak menyebutkan nama Trenggalek, berbeda dengan Prasasti Kamulan yang secara jelas mencatat keterkaitan dengan wilayah Trenggalek.

“Prasasti Kampak memang memuat kata ‘Kampak’, tetapi itu tidak serta merta menunjuk ke wilayah Kampak di Trenggalek. Bahkan dalam catatan Brandes, jelas disebutkan fragmen batu itu berasal dari Residensi Surabaya tahun 1862, dan dibawa ke museum Batavia. Jadi, secara historis sulit memastikan keterkaitannya langsung dengan Trenggalek,” terang Harmaji.

Baca Juga: ‎Ada Dua Versi Penetapan Hari Jadi Trenggalek, Mulai Prasasti Kamulan Menjadi Undang-undang

Ia menambahkan, dalam catatan Oud Javaansche Oorkonden karya Dr. J.L.A. Brandes, prasasti itu hanya mencatat pemberian atau hadiah yang diberikan

“Batara i Sang Hyang Prasada Kabhaktyan i Pangurumbidyan i Kampak.” Tidak ada penyebutan eksplisit mengenai Trenggalek.

“Ini berbeda dengan Prasasti Kamulan yang secara tegas ditulis berasal dari Residentie Kediri, Trenggalek. Bahkan bentuk fisik prasasti Kamulan lebih lengkap, meski sebagian tulisannya rusak,” lanjutnya.

Secara fisik, Prasasti Kampak memiliki tinggi 89 cm, lebar 93 cm, dan tebal 22 cm, terbuat dari batu andesit breksi. Tulisan yang tertera terdiri dari 15 baris di bagian depan dan 13 baris di bagian belakang.

Baca Juga: Arik Sri Wahyuni Kembali Terpilih Pimpin Golkar Trenggalek, Siap Perkuat Kader Muda

Namun, tidak ada penanda angka tahun maupun nama raja penerbit, sehingga penanggalannya sulit dipastikan.

“Biasanya prasasti resmi selalu mencantumkan tahun dan siapa raja yang menerbitkan. Di Prasasti Kampak, itu tidak ada. Hanya gaya penulisannya yang mirip dengan masa sebelum 850 Saka atau sekitar 928 Masehi, sezaman dengan Mpu Sindok. Tapi sekali lagi, nama penerbit dan tahun hilang, kemungkinan besar bagian itu sudah rusak,” jelas Harmaji.

Selain itu, kata Kampak juga muncul di sejumlah prasasti lain, seperti Prasasti Pikatan di Blitar dan Prasasti Ngantang di Kediri. Hal ini memperkuat dugaan bahwa istilah Kampak tidak eksklusif merujuk pada wilayah Trenggalek.

“Kalau ditinjau dari isinya, prasasti ini menggambarkan sebuah daerah yang sudah ramai, semacam pusat permukiman atau metropolis pada masa itu. Tapi untuk mengaitkannya langsung dengan Kampak Trenggalek, buktinya sangat lemah,” tegasnya.

Baca Juga: Tanah Longsor Tutup Akses 9 Rumah di Desa Dukuh Watulimo, Trenggalek

Harmaji juga menilai kecil kemungkinan prasasti itu dipindahkan dari Trenggalek ke Surabaya. Jika pun terjadi pemindahan, kemungkinan besar berasal dari wilayah lain di sekitar Kediri atau Tulungagung.

“Ini yang harus diluruskan. Jangan sampai Prasasti Kampak dijadikan dasar hari jadi Trenggalek hanya karena namanya sama. Tanpa bukti kuat, itu bisa menyesatkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Harmaji menekankan bahwa perdebatan sejarah ini penting agar penentuan hari jadi Trenggalek memiliki dasar ilmiah yang jelas, bukan sekadar asumsi.

“Sejarah harus jujur pada data. Kalau ingin menggunakan prasasti, maka Prasasti Kamulan lebih relevan karena jelas menyebutkan nama Trenggalek dalam konteks administratif zaman itu,” pungkasnya.(jaz)

Warga Ngasem Kabupaten Kediri Meriahkan HUT Ke-80 RI dengan Jalan Sehat
Warga Ngasem Kabupaten Kediri Meriahkan HUT Ke-80 RI dengan Jalan Sehat
Warga Ngasem Kabupaten Kediri Meriahkan HUT Ke-80 RI dengan Jalan Sehat
Warga Ngasem Kabupaten Kediri Meriahkan HUT Ke-80 RI dengan Jalan Sehat
Editor : Zaki Jazai
#hari jadi #kabupaten trenggalek #prasasti kampak