Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kembali Dipercaya sebagai Pemikul Tumpeng, Vega: Ukurannya Makin Kecil Tapi Makin Berat

Akhmad Nur Khoiri • Senin, 1 September 2025 | 01:08 WIB
Tumpeng raksasa di Hari Jadi Kabupaten Trenggalek
Tumpeng raksasa di Hari Jadi Kabupaten Trenggalek

Trenggaleknjenggelek – Sebagai prosesi rutin dalam agenda Perayaan Hari Jadi Trenggalek, tumpeng berukuran besar kini kembali nampak di barisan arak-arakan.

Masyarakat juga nampak antusias menunggu di pinggir jalan untuk melihat arak-arakan pusaka dan tumpeng tersebut lewat.

Berdasarkan pantauan dari Radar Trenggalek, tumpeng tersebut di arak dari arah selatan simpang tiga Pasar Sore menuju ke Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Salah satu pembawa Tumpeng, Vega, kembali dipercaya untuk ambil andil sebagai pemikul tumpeng.

Dirinya menyampaikan bahwa tumpeng kali ini terasa lebih berat ketimbang tahun sebelumnya.

"Bedanya tahun ini tumpengnya terasa lebih berat dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.

Saat ditanya terkait jarak tempuh tumpeng pada tahun ini, dirinya menjelaskan bahwa rute kali ini lebih dekat.

"Kalau rute yang jauh itu tahun lalu. Tapi kali ini cukup lelah karena lebih berat walaupun ukurannya kecil," ungkapnya.

Meskipun demikian, Vega tetap merasa senang meskipun agenda arak-arakan tahun ini lebih melelahkan.

"Rasanya senang bisa menjadi salah satu pemikul tumpeng di Hari Jadi Trenggalek ke 831," tuturnya.

Dirinya juga berharap agar Kabupaten Trenggalek dapat menjadi daerah yang lebih maju.

"Semoga Trenggalek semakin berkembang dan maju untuk tahun-tahun berikutnya," harapnya.

Sebagai informasi, tumpeng tersebut dipikul oleh delapan orang laki-laki.

Adapun enam laki-laki akan memikul tumpeng, sedangkan dua lainnya akan memikul jodang atau wadah jajanan pasar.

Sementara itu, isian tumpeng kali ini tentu berbeda dari tahun sebelumnya yang berisi nasi kuning yang dihiasi sayur-sayuran, buah-buahan, dan lainnya.

Lalu, di setiap ujung dan juga buceng (ujung tumpeng, Red) terdapat nanas.

Tumpeng kali ini berisi nasi kuning dengan hiasan sayur-mayur yang melingkarinya.

Setelah rangkaian prosesi peringatan hari jadi, masyarakat langsung berebut tumpeng yang berisi nasi kuning dan aneka lauk pauk.

Mereka rela berdesak-desakan untuk mendapatkan bagian tumpeng yang dianggap membawa berkah. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#kirab pusaka #tumpeng raksasa #hari jadi trenggalek