Trans Trenggalek Masih Tahap Survei, Dishub Uji Minat Penumpang
Zaki Jazai• Senin, 1 September 2025 | 21:52 WIB
Transportasi Trans Trenggalek dengan rute Stasiun Tulungagung–Pasar Pon Trenggalek
Trenggaleknjenggelek – Peluncuran Trans Trenggalek yang sempat mencuri perhatian publik ternyata bukan sekadar layanan transportasi baru. Plt Kepala Dinas Perhubungan Trenggalek, Agus Dwi Karyanto, menegaskan bahwa keberadaan armada ini masih dalam tahap survei minat masyarakat, khususnya terkait kebutuhan transportasi dari Kabupaten Trenggalek menuju Stasiun Tulungagung.
“Masyarakat Trenggalek selama ini tidak punya kepastian transportasi reguler dari dan ke stasiun. Maka di momen Hari Jadi ini, kita lakukan survei untuk mengukur seberapa besar minat masyarakat,” terang Agus.
Menurutnya, uji coba ini akan berlangsung hingga akhir 2025 sebelum diputuskan model layanan definitif pada 2026 mendatang. Evaluasi dilakukan menyeluruh, mulai dari rute, tarif, hingga tingkat keterisian penumpang.
“Konsep ini memang survei demand masyarakat. Kita ingin tahu apakah warga membutuhkan transportasi publik semacam ini dan bagaimana penilaian mereka,” tambahnya.
Selain trayek utama Stasiun Tulungagung–Pasar Pon Trenggalek, Dishub juga menyiapkan bus komuter keliling kota serta layanan menuju Watulimo dan Panggul. Agus menyebut langkah ini sejalan dengan visi menjadikan Trenggalek sebagai kota atraktif yang ramah wisatawan sekaligus mendukung mobilitas warga.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyambut baik skema uji coba ini. Ia bahkan langsung ikut mencoba perjalanan perdana bersama sejumlah polisi cilik.
“Ini uji coba pertama. Jadi kita ingin tahu rute mana yang dikehendaki masyarakat. Silakan kasih masukan, bisa lewat Radar Dishub, biar kita tahu lokasi mana saja yang butuh pemberhentian,” kata Mas Ipin.
Ia menegaskan, layanan Trans Trenggalek menggunakan skema buy the service, yakni pemerintah tetap membayar biaya operasional per kilometer agar bus tetap beroperasi meski jumlah penumpang sedikit.
“Tidak ada penumpang pun tetap jalan, supaya masyarakat tahu ada kendaraan yang reliable. Jangan sampai ditunggu lalu tidak berangkat,” tegasnya.
Bupati juga berharap keberadaan layanan ini memberi dampak ekonomi lokal. Pasar Pon, misalnya, didorong menjadi titik parkir gratis sekaligus pusat aktivitas jual beli bagi penumpang yang akan melanjutkan perjalanan dengan bus kota maupun wisata.
“Kalau orang tahu ada keberangkatan pagi, semoga Pasar Pon ramai lagi. Ada jajanan, ada sarapan untuk siswa yang berangkat sekolah. Jadi bukan hanya transportasi, tapi juga perputaran ekonomi,” jelasnya.
Baik Dishub maupun Pemkab menekankan bahwa partisipasi masyarakat menjadi kunci sukses program ini.
“Ayo coba, ayo kasih masukan terkait tarif dan rute. Kita ingin layanan ini benar-benar sesuai kebutuhan warga,” pungkas Mas Ipin.(jaz)