Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tongkang Batubara Terdampar di Pesisir Trenggalek, Mas Ipin Minta Penanganan Cepat

Akhmad Nur Khoiri • Rabu, 3 September 2025 | 02:00 WIB
Kondisi kapal tongkang bermuatan batubara yang terdampar di Pantai Konang yang belum di evakuasi
Kondisi kapal tongkang bermuatan batubara yang terdampar di Pantai Konang yang belum di evakuasi

TRENGGALEKNJENGGELEK – Sebuah kapal tongkang pengangkut batubara dilaporkan terdampar di pesisir selatan Kabupaten Trenggalek.

Kapal tersebut berhenti di Pantai Konang, Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul, setelah dihantam gelombang besar saat melintas di perairan setempat.

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran serius lantaran lokasi kandasnya kapal berada sangat dekat dengan area tangkapan nelayan dan kawasan konservasi penyu.

Tongkang yang berangkat dari Selat Bali itu terbawa arus hingga akhirnya tersangkut di bibir pantai.

Kondisi tersebut dinilai rawan menimbulkan pencemaran lingkungan dan mengganggu ekosistem laut.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin, menegaskan perlunya langkah cepat dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi untuk menangani dampak yang ditimbulkan.

“Kami mendesak pihak berwenang untuk melakukan pemulihan pasca musibah ini. Evakuasi kapal dan pembersihan sisa tumpahan batubara harus segera kita lakukan agar kerusakan lingkungan tidak meluas,” kata Mas Ipin.

Menurutnya, keberadaan tongkang yang kandas berpotensi menimbulkan pencemaran yang lebih besar.

Jika tidak segera ditangani, sisa batubara dikhawatirkan dapat merusak ekosistem laut, mencemari pesisir, serta mengganggu aktivitas nelayan setempat.

Kekhawatiran semakin meningkat karena lokasi terdamparnya kapal hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari Pantai Kili-Kili, pusat konservasi penyu di Trenggalek.

“Kedekatan lokasi ini dengan kawasan konservasi jelas harus jadi perhatian serius. Kami akan melibatkan para pakar untuk menilai dampak ekologisnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mas Ipin menekankan agar insiden tongkang batubara ini tidak dipandang hanya sebagai kecelakaan laut biasa.

Menurutnya, mekanisme penanganan terpadu harus segera disiapkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

“Kami minta ada tindak lanjut segera, baik dari Kementerian Kelautan maupun Pemerintah Provinsi. Jangan sampai nelayan dan ekosistem laut kita jadi korban,” ujarnya.

KOMPAK: Tim dokter spesialis penyakit dalam RSUD Jombang
KOMPAK: Tim dokter spesialis penyakit dalam RSUD Jombang
PERERAT UKHUWAH: Pembina Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo H Kadapi Kadiso (kanan) ikut hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
PERERAT UKHUWAH: Pembina Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo H Kadapi Kadiso (kanan) ikut hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#mas ipin #tongkang #trenggalek #batubara