Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Produksi Ikan Budidaya di Trenggalek Tembus 5 Juta Ton, 2025 Capai 2,7 Juta Ton per Juni

Akhmad Nur Khoiri • Minggu, 7 September 2025 | 02:58 WIB
Budi daya ikan dan perawatan kolam ikan beserta tantangan-tantangan yang harus dihadapi, warga Desa Rejowinangun, Kecamatan Trenggalek.
Budi daya ikan dan perawatan kolam ikan beserta tantangan-tantangan yang harus dihadapi, warga Desa Rejowinangun, Kecamatan Trenggalek.

Trenggaleknjenggelek – Produksi perikanan budidaya di Kabupaten Trenggalek mencatatkan capaian signifikan dalam tiga tahun terakhir. 

Berdasarkan data resmi Dinas Perikanan, sepanjang 2023 total produksi mencapai 4,86 juta ton. 

Angka ini meningkat pada 2024 dengan capaian 5,08 juta ton. Sementara itu, pada 2025 hingga bulan Juni, produksi tercatat sudah menyentuh 2,72 juta ton. 

Plt. Kepala Dinas Perikanan Trenggalek, Cusi Kurniawati, menyebut capaian tersebut menandakan stabilitas sektor perikanan budidaya di tengah fluktuasi pasar.

“Trenggalek terus menunjukkan tren positif dalam produksi perikanan budidaya. Pada 2024 kita bisa mencapai lebih dari 5 juta ton. Sementara tahun ini, sampai Juni sudah 2,7 juta ton, dan ini berpotensi naik hingga akhir tahun,” ujar Cusi.

Jenis ikan lele menjadi penyumbang terbesar. Pada 2023 produksi lele mencapai 3,91 juta ton, naik menjadi 4,03 juta ton pada 2024. 

Hingga pertengahan 2025, lele masih mendominasi dengan produksi 2,09 juta ton.

Selain lele, komoditas lain yang memberikan kontribusi cukup besar antara lain patin dengan produksi 312,761 ton pada 2024 dan 209,414 ton hingga pertengahan 2025, serta gurami yang mencapai 322,874 ton pada 2024. 

Sementara udang dan nila meski volumenya lebih kecil, tetap memberi nilai ekonomi penting, masing-masing 246,290 ton dan 159,090 ton pada 2024.

Menurut Cusi, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peningkatan fasilitas budidaya dan peran aktif masyarakat pembudidaya ikan. 

Ia menekankan pentingnya keberlanjutan, termasuk pemanfaatan teknologi penyimpanan dan pengolahan pascapanen.

“Ke depan, kita dorong diversifikasi produk, tidak hanya menjual ikan segar, tapi juga olahan. Dengan begitu nilai tambah bagi masyarakat bisa lebih besar,” terang Cusi.

Pihaknya optimistis, produksi ikan budidaya Trenggalek akan terus berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan peningkatan konsumsi ikan di masyarakat. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#ikan #trenggalek #budidaya