Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Program MBG di Munjungan Trenggalek Harus Mampu Dorong Pengentasan Kemiskinan

Zaki Jazai • Minggu, 7 September 2025 | 15:32 WIB
Kepala BP Taskin Budiman S, setelah meresmikan SPPG di Kecamatan Munjungan, Trenggalek
Kepala BP Taskin Budiman S, setelah meresmikan SPPG di Kecamatan Munjungan, Trenggalek

Trenggaleknjenggelek – Program Menuju Bebas Gizi Buruk (MBG) di Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, diharapkan tidak hanya menjadi simbol pelayanan gizi, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir selatan.

Hal ini ditegaskan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa/Kecamatan Munjungan Trenggalek, Sabtu (6/9/2025).

Menurut Budiman, keberadaan SPPG di Munjungan memiliki arti penting karena lahir dari inisiatif pihak swasta secara mandiri. Langkah ini sejalan dengan program MBG yang menekankan pemenuhan gizi sebagai pintu masuk pengentasan kemiskinan.

“SPPG di Trenggalek ini harus mampu berkontribusi nyata pada program MBG, bukan sekadar memberi makanan sehat, tetapi juga menjadi sarana membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Budiman.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat melalui BP Taskin saat ini fokus pada pembangunan SPPG di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) serta kantung-kantung kemiskinan. Sementara untuk daerah seperti Trenggalek, peran swasta dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan.

Budiman juga menggarisbawahi pentingnya penggunaan produk lokal dalam operasional SPPG. Mulai dari beras, lauk pauk, hingga sayur-sayuran, semua didorong agar berasal dari hasil pertanian dan peternakan masyarakat setempat.

“Ini sudah menjadi perintah Presiden, agar produk lokal digunakan. Dengan begitu, selain kebutuhan gizi terpenuhi, ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” jelas aktivis 98 itu.

Program MBG di Munjungan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi warga, membuka ruang kerja lokal, serta menjaga daya beli masyarakat. Dengan demikian, SPPG tidak hanya berfungsi sebagai layanan gizi, melainkan juga instrumen nyata pengentasan kemiskinan.(Jaz) 

 

 

 

Editor : Zaki Jazai
#kecamatan munjungan #Mbg #BP Taskin #kemiskinan #trenggalek