Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Pemkab Trenggalek Tak Bisa Sendiri Kembangkan Ekraf, Perlu Dukungan Banyak Pihak

Zaki Jazai • Selasa, 9 September 2025 | 22:08 WIB
SE Bupati Banting Setir, Event Ekraf Bulan Agustus Akan Tetap Digelar
SE Bupati Banting Setir, Event Ekraf Bulan Agustus Akan Tetap Digelar

Trenggaleknjenggelek – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek tidak bisa sendiri dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif (ekraf) sebagai penopang pertumbuhan ekonomi daerah. Pasalnya, perlukan dukungan kolaboratif dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, komunitas, hingga generasi muda agar proses pengembangannya bisa berkesinambungan.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Edi Santoso, menyampaikan bahwa ekonomi kreatif merupakan salah satu kunci meningkatkan daya saing produk lokal di tengah kompetisi global. Dengan mengedepankan kualitas, inovasi, dan kekhasan, produk ekraf Trenggalek diyakini mampu menembus pasar yang lebih luas.

“Ekonomi kreatif bukan sekadar tren, melainkan masa depan. Trenggalek punya potensi besar, terutama karena banyak anak muda kreatif yang terlibat. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa mengelola, memetakan, dan menghubungkan potensi ini dengan pasar. Untuk itu, dukungan semua pihak mutlak diperlukan,” katanya.

Edi mengakui, berdasarkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Disparbud Tahun 2024 serta sejumlah temuan terbaru, masih ada beberapa hambatan dalam pengembangan ekraf di Trenggalek. Mulai dari keterbatasan akses pasar, kurangnya infrastruktur penunjang, konflik penyelenggaraan event ekraf, hingga belum optimalnya pemetaan potensi ekraf di setiap wilayah.

“Kalau masalah-masalah ini tidak segera diatasi, ekraf kita akan jalan di tempat. Padahal kita tahu ekraf ini menyangkut banyak sektor—mulai dari kuliner, fesyen, seni pertunjukan, kriya, sampai media. Potensi kita luar biasa, hanya saja belum dikelola dengan baik,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Trenggalek telah menyusun Road Map Pengembangan Ekonomi Kreatif 2025–2029. Dokumen tersebut disiapkan sebagai pedoman agar pembangunan ekosistem ekraf berjalan berkelanjutan dan inklusif, serta mampu memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Diharapkan roadmap  tersebut menjadi pegangan agar Disparbud tidak lagi berjalan sporadis. Sebab ke depan, arah pengembangan ekraf harus jelas mulai siapa yang terlibat, bagaimana pendanaannya, siapa pasarnya, dan apa target yang ingin dicapai.

Dalam hal ini tugas pemerintah adalah memfasilitasi, tapi keberhasilan ekraf tetap bergantung pada kerja sama lintas sektor.

Sehingga melalui kerja sama semua elemen, ekraf Trenggalek bisa tumbuh menjadi sektor unggulan baru yang tidak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga membuka peluang usaha, lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan daerah.

“Kalau kita bersinergi, saya yakin ekraf Trenggalek bisa menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Dan yang paling penting, ekraf ini akan membuat anak-anak muda bangga sekaligus betah berkarya di kampung halaman mereka,” jelas pria yang juga masih menjadi Kepala DPMPTSP Trenggalek ini.(jaz)

Editor : Zaki Jazai
#Ekonomi Kreatif (Ekraf) #trenggalek #pengembangan